Baca juga yang ini

Alhamdulillah...satu tahap perjuangan telah dilalui...

Rasulullah bersabda :"Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka ia berjuang fi sabilillah hingga ia kembali.(HR.Muslim) Jum'at...

Saturday, June 19, 2010

SELIMUT CINTA

Mari kita sambut suami
Mari kita sambut istri
Mari kita sambut anak-anak
Mari kita sambut diri kita sendiri

Kita bentangkan tangan kita lebar-lebar
Kita tebarkan senyum termanis kita
Kita buka pintu hati kita seluas-luasnya

agar di rumahlah mestinya mereka pulang
Agar di rumahlah hati kita juga pulang
Rumahlah tempat satu-satunya
Setiap jiwa untuk mendapatkan kehangatan
Kehangatan dalam Selimut Cinta
Yang bernama keluarga


17 juni

Saturday, June 12, 2010

Hidup Begitu Indah

Sesungguhnya yang paling mengenal diri adalah dirinya sendiri. Saya mencoba mengasah pena untuk bercerita tentang saya dan bagaimana perjalanan hidup saya. Saya akan merekam perjalanan hidup saya dalam sebuah qolbugrafi. Sebuah percik kehidupan yang hampir mirip dengan autobiografi. Saya ungkapkan dengan bahasa hati apa adanya saya. Sekedar memuaskan diri saya, mevisualkan diri, mentuturkan kata hati yang lama mengkristal membeku setelah puluhan tahun tak bergeming hidup sebagai perempuan rumahan.

Tulisan yang ada di Blog ini nantinya tidak jauh beda dengan kisah perempuan lainnya dimana kisah hidupnya dalam hal mirip atau bahkan sama persis dengan saya. Mereka merasa terasing merasa inverior lantaran Cuma ibu rumah tangga. Dimana langkah terasa berhenti di rumah.
Harapan saya Qolbugrafi ini nanti bisa menjadi cermin diri untuk mengasah perubahan diri menuju yang lebih baik tentunya.

Friday, June 11, 2010

Cinta Adalah Kekuatan



Setelah kita berusaha memahami pasangan kita, dengan segala kekurangan dan kelebihannya yang dimiliki, yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kita mencintai pasangan kita? Setiap pasangan pasti menginginkan cinta yang dipenuhi dengan kesetiaan dan penghargaan. Namun apa jadinya bila pernikahan tidak diawali dan dijalani dengan agenda riyadhoh saling menyempurnakan dan melengkapi?

Berbicara soal cinta mencintai, saya terkesan dengan filosofi cinta yang dimiliki ibu saya. Filosofi beliau ini saya ‘tangkap’ secara tak sengaja ketika beliau sedang ‘menceramahi’ adik bungsu saya yang laki-laki yang sedang kasmaran. Cerita sedikit, begini kira-kira sebagian kecil isi ceramah ibu saya… “Kalau kamu mencintai seseorang malah membuat kamu jadi malas belajar, malas bekerja, malas ngapa-ngapain, membuat kamu malah jadi mundur kebelakang, itu cinta yang nggak benar …dst”.



Saya mencoba merenungi kata-kata itu lebih dalam. Saya merasakan ada kebenaran dari ‘ceramah’ ibu saya itu. Mencintai seseorang tidak boleh membuat kita menjadi mundur ke belakang. Sebaliknya, mencintai seseorang harus membuat kita lebih produktif, lebih berenergi, lebih punya vitalitas. Singkatnya, mencintai seseorang harus membuat kita menjadi lebih baik dari sebelumnya!

Lalu secara reflek saya mengaitkan itu dengan kehidupan cinta antara pasangan aktifis dakwah. Antara Ummahat al-Mukminin dengan Rasul Yang Mulia, antara para shahabiyat dengan suami mereka. Lihatlah ekspresi cinta Fathimah putri Rasulullah terhadap Ali bin Abi Thalib, Asma’ binti Abi Bakar terhadap Zubair bin Awwam, Ummu Sulaim terhadap Abu Thalhah, juga ekspresi cinta Khansa’, Nusaibah, dan para aktifis dakwah zaman ini. Mencintai suami tidak membuat mereka menjadi lemah atau mundur ke belakang. Mencintai suami juga tidak membuat mereka menjadi tak berdaya atau tak mandiri. Justru yang kita saksikan dalam sejarah, mencintai membuat mereka menjadi semakin kokoh, lebih produktif dan kontributif dalam beramal, lebih matang dan bijaksana dalam berperilaku. Dengan kata lain, mereka menjadi semakin ‘berkembang’ dan ‘bersinar’ setelah menikah!

Betapa indahnya jika ekspresi cinta kita kepada suami membawa dampak seperti itu! Betapa indahnya jika ekspresi kita dalam mencintai suami memberi pengaruh posititif pada kehidupan kita, baik sebagai pribadi maupun sebagai aktifis dakwah.

Menurut saya, mencintai suami tidak berarti ‘kehilangan’ diri kita sendiri. Tidak juga berarti kehilangan privacy, tidak membuat kita merasa ‘terhambat’, ‘terbelenggu’, atau ‘tak berdaya’. Kita bisa mencintai suami kita sambil tetap memiliki kepribadian kita sendiri, tetap memiliki privacy. Tentu saja semuanya dalam batas tertentu dan tetap berada dalam koridor yang sesuai dengan syari’at Allah.

Bahkan yang lebih dahsyat adalah, jika CINTA kita kepada suami memiliki ‘KEKUATAN’ yang menggerakkan dan memotivasi. Lalu cinta itu mampu membuat kita ‘berkembang’, menjadikan kita semakin energik, produktif dan kontributif! Dengan begitu, pernikahan membawa keberkahan tersendiri bagi dakwah. Karena, dakwah mendapatkan ‘kekuatan dan darah baru’ dari pernikahan para aktifisnya.

Apakah hal itu terlalu idealis? Karena kenyataan kadang berkata sebaliknya. Berapa banyak perempuan kita yang setelah menikah merasa dirinya tidak berkembang? Atau merasa hilang potensinya? Saya tidak ingin mengatakan kondisi ‘tenggelamnya’ perempuan setelah menikah sebagai sebuah fenomena, meski kondisi seperti ini sering saya jumpai disekitar saya.

Saya tak ingin membahas kenapa itu terjadi, apalagi mencari ‘kambing hitam’ segala. Tetapi kita patut merenungkan kata-kata Imam Syahid Hassan Al-Banna ketika berbicara tentang pernikahan dan kehidupan rumah tangga. Saya kutipkan kata-kata beliau ini yang terdapat dalam buku Hadits Tsulasa, halaman 629… “Kehidupan rumah tangga adalah ‘hayatul amal’. Ia diwarnai oleh beban-beban dan kewajiban. Landasan kehidupan rumah tangga bukan semata kesenangan dan romantika, melainkan tolong- menolong dalam memikul beban kehidupan dan beban dakwah…”

Rumah tangga merupakan lahan amal. Rumah tangga juga menjadi markaz dakwah. Perjalanan kehidupan rumah tangga para aktifis dakwah bukan hanya dipenuhi romantika semata, tetapi juga diwarnai oleh dinamika semangat beribadah, beramal dan berdakwah. Sebuah perjalanan rumah tangga yang bernuansa ta’awun dalam memikul beban hidup dan beban dakwah. Subhanallah!

Saya memberikan apresiasi kepada para perempuan yang setelah menikah justru semakin ‘bersinar’, kokoh, matang, bijaksana, energik, produktif dan kontributif dalam beramal, sambil menjaga keseimbangan dalam menunaikan tugas sebagai istri dan ibu. Saya percaya, untuk bisa mendapatkan semua kondisi itu ada proses panjang, kerja keras dan pengorbanan yang tidak kecil. Barakallahu fiiki.

Lalu untuk perempuan yang masih merasa ‘terhambat, terbelenggu dan tidak berkembang’ setelah menikah, saya ingin memberi apresiasi secara khusus, terutama pada diri saya sendiri. Ayuk,berusaha untuk menghilangkan perasaan terhambat, terbelenggu atau tidak berkembang itu. Ya, sebab membiarkan perasaan-perasaan semacam itu menguasai diri kita, sama saja dengan ‘menggali kuburan sendiri’. Bukankah lebih baik jika kita tetap berpikir jernih dan positif? Lalu mencari bentuk kontribusi yang paling memungkinkan yang bisa kita berikan untuk dakwah. Bisakah kita tetap berhusnuzhon, selama kita ikhlas menjalani hidup kita, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kita? Bisakah kita tetap yakin, bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh gelar, jabatan, posisi, kedudukan, ketokohan dan kondisi fisik lainnya?!

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling bertakwa diantara kamu” (QS al-Hujurat:13).

Jadi, tetaplah tegar dan sedapat mungkin beramal sesuai kemampuan dan kesanggupan, karena kita tidak dituntut untuk beramal diluar kemampuan dan kesanggupan kita. Barakallahu fiiki!

Kriteria Kebahagiaan Dunia


Bismillahir rahmanir rahim(i)
Suatu hari Rasulullah bertemu dgn salah seorang sahabat yang kondisnya sangat memprihatinkan sehingga mengundang perhatian Rasul sampai Rasul bertanya:" mengapa kamu menjadi seperti ini?". Orang tersebut menjawab dgn penuh percaya diri bahwasanya dia menjadi seperti itu justru karena doanya. Doanya adl : "Ya Allah berilah saya kesengsaraan dunia dan jadikan kesengsaraan dunia sebagai indikator bahwa saya akan mendapat kebahagiaan akhirat".

Mendengar jawaban itu Rasulullah hanya bersabda :" Inginkah aku tunjukkan doa yg lbh baik dari itu?" Lalu dari peristiwa ini turunlah Surat Al-Baqarah ayat 201 Robbana atina fiddunyaa hasanatan wa fil aakhiroti hasanatan waqinaa adzaabannaari {Ya Allah berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka}



Jadi Rasul lbh suka kita punya sebuah kerangka berfikir bahwa kita berusaha utk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akan mejadikan kebahagiaan dunia sebagai jembatan utk mendapatkan kebahagiaan akhirat. Itu sebenarnya yg lbh disukai Rasul. Jadi doa yang sudah sering kita dengar atau yg sudah familiar dgn pendengaran kita itu doa yg sangat luar biasa.

Doa Robbana atina merupakan doa yg paling mewarnai keseharian kita doa itu harus menjadi bagian urat nadi kehidupan kita. Kita minta diberikan kebahagiaan dunia maupun kebahagiaan akhirat.
Menurut Ibnu Abbas salah seorang ulama tafsir di kalangan sahabat pernah menyebutkan bahwa yg dimaksud kebahagiaan dunia itu ada 6 yaitu :

1. Pasangan hidup yg sholeh Pasangan hidup yg terdapat dalam Al-Quran dalam surat At-Tahrim disebutkan ada 3 macam pasangan hidup kita yaitu : a} Tipe pasangan hidup Nabi Nuh Nabi Nuh orang sholeh beliau diberi umur hampir 1.000 tahun dan hampir dari seluruh umur habis utk dakwah tapi ternyata istri sendiri yang termasuk menentang dakwahnya. Ada tipe seperti ini suami tdk pernah ketinggalan sholat shaum senin-kamis namun istri tidur saja. b} Seperti Firaun Kita kenal Firaun simbol kedzoliman dan ketakaburan. Apalagi ada 3 pencetus kesombongan yaitu : ilmu kekayaan dan kekuasaan. 3 hal ini ada pada Firaun. Namun Firaun yg begitu dzolim dan takabur kata Rasul ada 3 wanita sholehah : - Khadijah : istri Rasulullah - Maryam : ibunda nabi Isa - Asiyah : istri Firaun Tipe ini adl istri taat beribadah namun sang suami jauh dari Allah c} Keluarga Imron Imron adl orang sholeh punya istri sholeh punya anak orang sholeh dan cucu juga sholeh. Sebenar bukan hanya keluarga Imron saja ada keluarga Rasulullah keluarga Ibrahim namun mereka semua Nabi sedang Imron bukan Nabi. Bagi yg belum menikah ada 4 kriteria pasangan hidup : ganteng/cantik pinter kaya dan sholeh. Namun setelah dicari tak dapat 4 kriteria tersebut yg penting adl hidup dan sholeh. Tentu harus klop antara doa dan ikhtiar mencari pasangan sholeh jangan dicari di diskotek cafedll tapi carilah di majelis taklim seperti ini.

2. Anak yang jadi penyejuk hati Anak bisa jadi surga dunia atau neraka dunia. Walau keluarga pas-pasan tapi anak sholeh maka dianggap oleh lingkungan sebagai keluarga yang sukses/berhasil

3. Lingkungan yang sholeh Kalau kita punya teman yg sholeh itu adl kebahagiaan dunia. Tidak semua orang pintar/cerdas arif dalam menghadapi persoalan. Tidak selama kecerdasan berbanding lurus dgn kebijaksanaan. Majelis taklim bukan hanya sekedar ilmu tapi mencari teman-teman dan lingkungan yang sholeh. Nabi bersabda: Siapa yg duduk di majelis taklim dan niatnya ikhlas maka malaikat akan memberi barokah kepada majelis itu dan langkah yg dilakukan akan menjadi kifarah dosa-dosanya. Maka yg rumah jauh itu lbh bagus asal ikhlas.

4. Harta yang halal Kalau yg menjadi paradigma kita atau tolak ukur kita itu harta yang banyak hati-hati kita cenderung menghalalkan segala cara. Karena demi banyak itu. Tapi kalau tolak ukur kita itu harta yg halal insya Allah kita akan bekerja keras mencari yg halal syukur-syukur bisa banyak. Sehingga bagaimanapun harta yg banyak itu akan memberikan kemudahan bagi kita dalam ber-taqarub kepada Allah.

5. Keinginan untuk memahami Islam dan mau mengamalkan Ada keinginan/semangat utk memahami Islam itu patut disyukuri sebab tanpa keinginan yg kuat dan karunia Allah kita tak mungkin hadir disini. Problem terbesar yg dihadapi umat Islam adl banyak yg mengakui diri muslim tapi tak mau memahami Islam itu problem kita.

6. Umur yang barokah Nabi bersabda: Kalau kamu meninggal kamu akan mendengar derap kaki orang yg mengantarkan kamu itu pulang dan yg setia menemani adl amal sholeh. Maka ukuran kebahagiaan dunia adl bagaimana kita bisa mengisi hidup dgn kesholehan. Usia makin bertambah kita juga makin sholeh.

Jadi ketika kita mengatakan ‘Ya Allah beri kami kebahagiaan dunia’.enam hal itulah yg kita minta. Pasangan hidup yg sholeh anak yg sholeh lingkungan yg sholeh harta yg halal keinginan utk memahami Islam dan umur yg barokah.

Semoga Manfaat..


Sumber: Intisari PQS Al-Azhar Ustadz Aam Amiruddin
Ya ALLAH..beri kami umur yang barokah.....

Betapa Allah Sayang Terhadap Wanita



Banyak wanita yang mengatakan bahwa betapa susah menjadi wanita, lihat saja aturan-aturannya :
1. Wanita auratnya lebih susah di jaga di banding lelaki.
2.Wanita perlu minta ijin dari suami apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3.Wanita saksinya (apabila bersaksi) kurang kuat di banding lelaki
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya sementara suami tidak perlu taat kepada istri.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan istri.
8. Wanita kurang nyaman dalam beribadat karena adanya masa haid dan nifas
9. dll, etc, dst...



Tetapi, tahukah wahai saudariku...Kenyataan yang sebenarnya adalah.... :

1. Benda yang mahal harganya akan di jaga dengan 'superketat' dan di simpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti itulah intan permata perumpamaan untuk seorang wanita.
2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah....lelaki lebih wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada ayahnya...?
3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah..... bahwa harta itu akan menjadi miliknya dan tidak perlu diserahkan kepada suami. Sementara suami apabila menerima warisan ia wajib juga menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya...?
4. Wanita bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah.......bahwa setiap saat dia di doakan oleh seluruh makhluk, malaikat dan seluruh makhluk Allah di muka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya...?
5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan diminta tanggung jawabnya terhadap 4 wanita ; istrinya, ibunya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, suaminya, ayahnya, anak lelakinya, dan saudara lelakinya.

6. Seorang wanita boleh memasuki surga melalui pintu mana yang disukainya cukup dengan 4 syarat saja yaitu; sholat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.
7. Seorang lelaki wajib berjihad di jalan Allah sementara bagi wanita jika taat kepada suami serta menunaikan tanggung jawabnya kepada Allah SWT, maka ia akan menerima pahala setara seperti pahala orang yang pergi berjihad di jalan Allah tanpa perlu mengangkat senjata.....?

Masya Allah.....demikian sayangnya Allah SWT kepada wanita...

Maka..nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan......(Q.S. Ar-Rahman)



Dan, akhirnya semoga shalawat serta salam dilimpahkan kepada Nabi kita, Muhammad saw dan seluruh para nabi yang telah mendahuluinya. Dan segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Mari Pahami Pasangan Kita (4)



"Tulislah kekurangan/ keburukan suami diatas hamparan pasir, agar segera lenyap dihembus angin...Ukirlah kebaikan suami di atas batu , agar bisa terlihat setiap waktu"

Ayuk, bersama kita mamahami pasangan kita, walau terkadang harus TERTATIH....

BELAJAR MENERIMA PEMBERIAN
Hal yang ditakutkan istri adalah bila suami menganggap dirinya banyak menuntut. Kemudian suami bosan/jemu padanya, setelah itu menjadi mengabaikan dirinya serta menolak permintaannya. Perasaan tertolak dan terabaikan adalah perasaan yang menyakitkan bagi seorang perempuan, karena secara tidak disadari ia merasa dirinya tidak berhak menerima pemberian dari laki2.



Ketika laki2 melihat perempuan menghindari meminta tolong kepadanya maka ia akan merasa gelisah dan marah dengan tindakan perempuan tersebut. Penyebabnya adalah adanya keyakinan yang salah pada perempuan bahwa perempuan tidak boleh meminta pertolongan kepada dirinya, karena tidak percaya kepada kemampuannya. Padahal yang mendorong laki2 untuk memberi dan terus memberi adalah perasaan dirinya bahwa orang lain membutuhkan dia.

Pada diri perempuan, ada anggapan bahwa laki2 marah padanya karena banyaknya permintaan padanya. Pemahaman seperti ini adalah keliru. Padahal sebenarnya ketika perempuan berhenti meminta pertolongan pada laki2 sama artinya dengan membuat laki2 menjadi kesal. Dalam pandangan laki2, dengan meminta pertolongan berarti perempuan percaya padanya dan mengharap dia mengerahkan upayanya untuk mewujudkan permintaan tersebut. Perasaan inilah yang membuat laki2 kuat dan mendorongnya lebih banyak memberi.

BELAJAR MEMBERI
Ketakutan yang paling dalam pada diri laki2 adalah adanya perasaan tidak kufu’ (seimbang). Untuk mengalahkan perasaan itu, ia harus konsentrasi pada pengembangan diri dan berusaha memperjuangkan hidup dan dirinya hingga sampai pada tingkatan yang seimbang. Sebagaimana perempuan takut untuk “menerima pemberian dan ditolak permintaannya”, maka laki2 takut untuk “memberi dan menawarkan”. Laki2 yang memberi pada perempuan berarti ia menanggung resiko gagal, dikritik atau tidak diterima oleh perempuan. Perempuan yang yang mengkritik atau tidak menerima sesuatu yang diberikan oleh laki2 akan melukai perasaan laki2, dan membuat ia menyembunyikan atau membatalkan keinginannya.

Agar laki2 mau belajar bagaimana memberi, maka ia harus mengetahui bahwa melakukan kesalahan dan kegagalan tidaklah apa-apa.
Kegagalan adalah syarat meraih keberhasilan, karena itu laki2 harus terdorong dan membiasakan diri untuk memberi dan menjauhi perasaan ketakutan tersebut. Sebab ketakutan itu hanya akan menghilangkan kesempatan berharga untuk bisa mendatangkan kebahagiaan pada diri dan orang yang dicintainya.
Tabiat perempuan sangat perasa. Ia merasa ditolak oleh laki2 ketika melihat laki2 tidak perhatian padanya, pada permintaanya dan kebutuhannya. Laki2 juga sangat perasa, ia akan merasa gagal ketika melihat perempuan banyak mengeluh padanya. Ketika perempuan mulai mengeluh, maka laki2 tidak siap memasang telinga untuk mendengarkan dengan baik, karena laki2 tidak senang mendengar keluhan tapi laki2 senang menjadi pahlawan dihadapan perempuan dan mendengarkan pujian darinya. Keluhan berarti kegagalan dan dalam waktu yang sama hal itu menguatkan ketakutan laki2 pada alam bawah sadarnya. Ketakutan itu juga akan menguatkan keyakinan ketidakseimbangan
dirinya. Perempuan tidak mengetahui bahwa laki2 juga membutuhkan cinta. Cinta akan mengangkat nilai dan arti laki2 dan membuat ia seimbang serta bisa mencukupi kebutuhan orang lain. Hal inilah yang mampu mendorong laki2 lebih mengerahkan upaya untuk selalu banyak memberi.

5. PERBEDAAN CARA BICARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

Ketika laki2 mengatakan sesuatu kepada perempuan maka jarang sekali perempuan memahami sebagaimana yang dikehendaki laki2, demikian juga sebaliknya. Contohnya : “Aku merasa sepertinya kamu sama sekali tidak mendengarkan yang aku katakan” sebenarnya perempuan tidak bermaksud mengatakan bahwa laki2 sama sekali tidak mendengarkan dia, ini hanyalah ungkapan dari puncak kekesalan
perempuan pada waktu itu.
Ketika perempuan berbicara, biasanya menggunakan kata tertentu dalam bicaranya, seperti menggunakan bentuk melebih-lebihkan, menyangatkan, kiasan atau bisa metafora. Inilah yang tidak bisa dipahami laki2. Karena itu, respon laki2 pada pernyataan tersebut akan sebanding atau bisa lebih besar dari maksud sebenarnya yang diucapkan oleh perempuan. Untuk menjelaskan perbedaan pemahaman ini, berikut contohnya:
Yang dikatakan perempuan:
1. Kita selalu dirumah, tidak pernah keluar sama sekali.
2. Aku lelah sama sekali, tidak bisa melakukan apa-apa.
3. Aku ingin melupakan segala-galanya.
4. Kamu tidak mencintaiku lagi.
5. Aku ingin merasakan kasih sayang dan cintamu.
Pemahaman dan jawaban laki2:
1. Ini bohong, minggu lalu kita sudah keluar.
2. Ini tidak masuk akal, kamu tidak diam terus.
3. Bila kamu tidak senang dengan pekerjaanmu ini, kamu harus mengajukan pengunduran diri.
4. Tentu saja aku mencintaimu, ini yang membuatku berada dihadapanmu.
5. Apakah maksudmu kasih sayang dan cintaku telah mati!?

Dari contoh terlihat, laki2 terbiasa mengungkapkan permasalahan dengan memilih kata2 yang sesuai dan dapat menjelaskan makna sesungguhnya. Karena itulah ketika ia mendengar perkataan perempuan yang menggunakan banyak kata dilebih-lebihkan, kiasan dan metafora, laki2 akan memahami perkataan tersebut sesuai teksnya, menganggap perkataan itu memiliki satu makna, tidak memiliki arti yang lain, dan setiap kata menurutnya juga memiliki makna yang sama. Disinilah awal terjadi permasalahan yang tidak mendasar tersebut.

Perkataan laki2 juga sulit dipahami oleh perempuan, biasanya makna yang dipahami perempuan berbeda dengan maksud sebenarnya. Dan sangat dimungkinkan tidak sesuai dengan keinginan perempuan. Hal ini juga akan menimbulkan permasalahan.

PERBEDAAN MENGAMBIL KEPUTUSAN
Realitas ilmiah mengatakan bahwa cara berpikir laki2 adalah dengan cara konsentratif atau memusat, sedangkan cara berpikir perempuan adalah dengan ekspansif atau menjelajah. Karena perempuan memiliki ciri menjelajah pada semua cakrawala, kadang terlihat ia bermusyawarah dengan orang lain dan meminta pendapatnya. Setelah bermusyawarah ia akan mengambil keputusan.
Laki2 dengan tabiat konsentrasinya akan bertindak berbeda sama sekali dengan perempuan. Ia akan berpikir sendiri setelah itu baru mengambil keputusan. Terkadang setelah itu ia akan menyampaikan pemikirannya kepada seseorang untuk dimusyawarahkan. Namun setelah musyawarah terkadang laki2 tetap pada pandangannya sendiri dan kadang ia bisa merubah sikapnya/keputusannya semula.
Tanpa memahami dan mengetahui perbedaan dalam mengambil keputusan ini bukan hal yang yang mustahil jika permasalahan muncul.

Sungguh, bila laki2 mengambil keputusan lalu mengutarakannya kepada perempuan untuk meminta pendapatnya, perempuan akan merasa kesal dan marah, karena mengira laki2 tidak memperhatikan perasaan dan pendapatnya. Sebab menurut perempuan, keputusan laki2 sudah
final.

mengukir kebaikan suami di atas batu, agar bisa terlihat setiap waktu...

Mari Pahami Pasangan Kita (3)



"Teguhkanlah cinta itu tanpa rasa ragu dan perjuangkanlah rasa saling menguatkan itu".

Masih lanjutan dari perbedaan pandangan sisi psikologis antara lelaki (baca: suami) dan perempuan (baca: istri) ;

4. Dorongan yang saling bergantian antara laki-laki dan perempuan
Laki2 akan merasa bergairah, kuat dan bersemangat apabila merasa perempuan membutuhkannya, dan bila perasaan tersebut semakin bertambah maka gairah dan ketertarikannya kepada perempuan tersebut akan semakin bertambah. Apabila laki2 merasa perempaun tidak membutuhkan dirinya, maka gairahnya semakin mengecil, layu, kemudian hubungan antara keduanya akan mati.



Perempuan akan merasa bergairah, kuat, bersemangat dan tertarik pada laki2, ketika ia merasa laki2 menghormati dan menghargai dirinya. Ketika perasaan perempuan tersebut makin bertambah maka ketertarikannya pada laki2 akan bertambah pula. Apabila perempuan merasa laki2 tidak menghormati dan tidak menghargai, maka gairahnya akan mengecil, berkurang, layu dan akhirnya ikatan keduanya akan mati.

*Ketika Laki-laki mencintai perempuan

Ketika laki2 mencintai perempuan, maka ia akan berusaha mengerahkan segala kemampuannya untuk memberikan kebahagiaan kepada perempuan yang telah ia pilih dan ia cintai. Ia akan melakukan hal2 baru yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Pemberian dan perhatian tersebut akan terus berlangsung selama perempuan memberikan tanggapan dan penghargaan kepada laki2.
Laki2 sangat sulit meneruskan ikatan dengan perempuan yang tidak bisa membuat laki2 merasa bahwa perempuan tersebut membutuhkan dirinya. Karena membuat kebahagiaan perempuan yang dicintainya bagi laki2 merupakan hal yang sangat pokok dalam hidupnya. Apabila hubungan cinta keduanya sampai pada tingkatan rendah dan mendekatai kemusnahan, maka satu hal yang bisa menghidupkan kembali yaitu, buatlah laki2 merasa bahwa perempuan membutuhkan dirinya.

*Ketika perempuan mencintai Laki-laki

Perempuan akan melihat laki2 sebagai orang yang ia butuhkan dalam kehidupannya. Ia mengharapkan laki2 tersebut bisa memberikan perhatian padanya, menghargai keperempuannya dan keadaannya, dan menghormati dirinya sebagai orang yang ingin selalu bersamanya dan menjadi sahabatnya. Menurut Perempuan, persahabatan mempunyai arti kebahagiaan dan kesenangan, karena dengan persahabatan ia dapat saling berbagi perasaan kasih sayang dan cinta, dan akhirnya menjadi intim (akrab dan dekat) dengan laki2 tersebut. Ketika Pr merasa bahwa ia adalah orang yang dicintai dan berhak atas laki2 tersebut, maka perasaan ini memberikan banyak kesenangan dan kebahagiaan.

*Sikap Saling Menyalahkan

Dengan berjalannya waktu, laki2 akan sampai pada tingkatan dimana ia melihat dirinya telah memberikan banyak sekali kepada perempuan.
Demikian juga perempuan juga akan melihat bahwa dirinya telah memberikan sesuatu yang banyak juga, tetapi suatu ketika perempuan akan merasa bahwa yang diterimanya dari laki2 lebih sedikit daripada haknya, tidak memperoleh yang diinginkan dan selalu kecewa, maka pada waktu itu ia akan melimpahkan kesalahan tersebut pada laki2. Ia marah pada laki2 karena tidak memainkan perannya untuk memberi dan tidak membalas pemberian perempuan dengan pemberian yang seimbang. Disini perempuan akan merasa benar2 terzhalimi.
Namun salah besar bila perempuan melimpahkan kesalahan kepada laki2 saja. Perempuan juga bertanggungjawab atas masalah tersebut.

Berawal dari rasa cinta, dan ingin membantu laki2, perempuan pun menyumbang dalam permasalahan baru tersebut. Meski peran perempuan pasif tapi efektif dan besar sekali sumbangan permasalahannya. Demikian juga laki2 yang tidak melakukan kewajibannya, tidak memberi dan tidak bekerjasama dalam memperbaiki hubungan mereka berdua, maka tidak berhak juga untuk merasa aneh dengan tindakan perempuan yang merasa pasif padanya, sehingga jangan sampai laki2 juga melimpahkan kesalahan pada perempuan.

Pada dasarnya melimpahkan kesalahan pada salah satu pihak, tidak akan membantu dalam memecahkan permasalahan dan tidak mampu meningkatkan hubungan. Seharusnya keduanya saling memahami dengan penuh kasih sayang, kepercayaan, simpati, saling membantu, saling menerima, dan menghormati satu sama lain. Sebagai laki2 harus ingat bahwa perempuan yang ada dihadapannya adalah perempuan yang ia cintai dengan sepenuh hati dan telah ia putuskan untuk selalu bersamanya, ia adalah perempuan yang mencintai dan setuju menikah dengannya. Ia adalah perempuan yang mencintainya dan berhak untuk dibantu dan dijaga. Bukan untuk disalahkan dan tidak dihormati.
Laki2 harus berusaha mendengarkan pengaduan2nya, bagaimanapun cara perempuan mengadu. Walaupun dalam pengaduan terkadang terdapat sikap yang mencela laki2. Pengaduan perempuan ini merupakan bentuk usaha untuk mendapatkan ketenangan. Inilah cara perempuan mencari kepuasan agar tenang pikirannya. Laki2 harus mengetahui bahwa mendengarkan keluhan perempuan akan membuat ia merasa tenang dan merasa diperhatikan laki2. Pada akhirnya akan mengembalikan kepercayaan dirinya, dan hatinya akan terbuka kembali untuk laki2.

Bagi perempuan, ketika terjadi suatu masalah, daripada menyalahkan dan menuduh laki2 dengan sesuatu yang menyakitkan bahkan sampai menunjukkan pada laki2 bahwa laki2 tersebut telah mengabaikan kewajibannya kepada perempuan, sebaiknya perempuan juga ingat bahwa laki2 tersebut adalah suaminya, orang yang ia impikan dan ia cintai. Dimana laki2 tersebut telah memperlihatkan perilaku yang baik pada dirinya sehingga ia merasa cocok untuk selalu bersama dirinya. Maka tugas perempuan harus memaafkan, menyalami, dan menerima laki2 atas semua yang ia lakukan, dan mentolerir kesalahannya. Percayalah bahwa suatu hari pasti akan datang hari dimana ia akan sadar atas kelalaiannya. Kemudian akan memperbaiki sikap dan melaksanakan kewajibannya. Perempuan harus percaya hal tersebut dan berusaha membantu laki2 untuk sampai pada kesadaran itu, mendorongnya untuk melaksanakan kewajibannya. Apabila laki2 telah melakukan hal itu, maka sebaik-baiknya yang harus dilakukan perempuan adalah menampakkan kebahagiaannya. Karena semua yang dilakukan laki2 tersebut adalah untuk diri dan keluarganya.

Ingatlah bahwa RAHASIA agar laki2 MEMBERI adalah “PEREMPUAN MERASA KAGUM DENGAN LAKI_LAKI DAN MERASA BAHAGIA ATAS SEMUA YANG DILAKUKAN LELAKI".

SALAM ; SEMOGA MANFA'AT

Mari Pahami Pasangan Kita (2)



" Kalaulah pasangan kita tidak dapat menjadi yang terbaik menurut pandanganmu, biarkanlah ia menjadi teerbaik bagi hatimu dan ibadahmu".


Selanjutnya perbedaan pandangan dari sisi PSIKOLOGIS antara seorang lelaki (baca: Suami) dan seorang perempuan (baca : Istri ) :

3. Reaksi terhadap kelelahan dan kesulitan
Laki-laki menyikapi kesukaran dan kelelahan dengan cara objektif. Sementara perempuan dengan subjektif. Tabiat laki2 yang pokok adalah perhatian pada sesuatu yang ada diluar, sehingga ketika seorang laki2 mengalami kesukaran maka ia akan menarik diri dan mulai berfikir dengan cara diam, berusaha memecahkan masalah yang dialaminya utk terlepas dari kesukaran dan kelelahan.



Tabiat perempuan yang paling asasi adalah sangat perhatian pada sesuatu yang terjadi didalam dirinya. Ketika pr mengalami kesukaran ia akan berinteraksi dengan perasaannya utk bisa melakukan perubahan dari sisi dalam.

Menyikapi kesulitan dan kelelahan secara objektif hakikatnya adalah mengkaji, menganalisa yang telah terjadi, baru setelah itu berinteraksi dan menentukan pemecahan yang sesuai. Sedangkan subjektif adalah menyikapinya melalui perasaan, yaitu meletakkan jiwa ditengah2 permasalahan, baru setelah itu berinteraksi dengan masalah tersebut.
Laki2 yang lelah akan berusaha mencari kelegaan dengan berusaha mendapatkan tempat yang cukup tenang jauh dari kebisingan, dan secara umum berusaha menghindarkan diri untuk tenggelam pada perdebatan dalam bentuk apapun.
Pr ketika lelah akan berusaha mencari ketenangan dengan senang berbicara atau mempersiapkan semangat utk hari esok. Senang berbicara dan mencari orang yang mau mendengarkan kata-katanya, kemudian mengikutsertakan dia dalam pembicaraan tersebut.

Contoh:
Suami pulang dari kerja, ia sangat lelah dan butuh istirahat. Suami masuk rumah, salam dengan istri dan anak, dan menunggu makan. Makanan datang, dan semua duduk mengelilingi meja makan. Sebelum suami memasukkan makanan pertama kemulutnya, istrinya tiba2 berkata:
Istri: Bagaimana keadaan pekerjaanmu hari ini?
Suami: hari ini berat
Istri: Apa yang terjadi disana?
Suami: Masalah seperti biasanya
Istri: Masalah seperti apa itu?
Suami (tampak tanda2 gelisah dan berkata) : Apakah kita bisa makan terlebih dahulu, lalu setelah selesai baru bicara?
Istri (ia diam sebentar, lalu bicara): Temanmu tadi si A baru saja telpon, ia harap kamu menghubunginya.
Suami : Iya, aku akan menghubunginya nanti sore.
Istri: Apa kira2 yang ia inginkan?
Suami (ia tampak marah dan berkata melebihi suara biasanya) : Bagaimana aku bisa tahu apa yang ia inginkan? Akan kuberitahu setelah aku menghubunginya.
Istri: Bila A punya niat berkunjung hari jumat datang, ingat kita punya janji dengan anak2 ke kebun binatang.
Suami semakin marah dan berkata: Baik, apakah tidak bisa kita selesaikan makan dengan tenang.
Istri terlihat kesal: Baik
Selang lima menit ketika semuanya masih sedang makan, Istri mulai berbicara ketiga kalinya:
Jangan lupa, besok kita punya janji dengan dokter, kita harus pergi sebelum jam 5.
Suami: Bukankah aku minta kamu tenang dan tidak biacara?
Istri (tampak marah dan berkata dengan keras) : Allohu Akbar…ada apa denganmu? Apakah aku haram bicara denganmu? Kenapa kamu seperti ini? Setiap hari setelah kamu pulang kerja lamu tidak mau diajak biacar, ada apa?

Istri meninggalkan meja makan dgn menggerutu dan menuju dapur sambil menangis.
Suami berontak dan meninggalkan makan juga. Ia bicara dengan suara memekak telinga : Kamu ini orang aneh! aku tidak tahu apa permasalahanmu sebenarnya? Aku lelah setelah pulang kerja dan ingin istirahat bentar. Tapi yang aku dapati justru istri yang tidak mau berhenti bicara.
Dari sini suami meninggalkan rumah dan pergi ke salah satu warung kopi untuk mencari ketenangan.
Laki2 yang sedang menghadapi permasalahan akan menumpahkan seluruh pikirannya untuk permasalahan tersebut. Ketika ia pulang ke rumah, sebenarnya pikirannya belum pulang, pikirannya masih sibuk dengan pekerjaannya, sehingga ketika ada orang yang ingin mengajak bicara ia akan merasa terganggu. Penyebabnya adalah pembicaraan tersebut telah memotong rangkaian pikirannya atau menjauhkan dia dari objek yang sedang ia pikirkan. Laki2 akan terus bersikap seperti ini selama permasalahannya sulit dipecahkan, sarafnya akan tetap tegang dan mencari kesibukan dengan pekerjaan yang lain seperti membaca buku, koran, mendengar radio atau pekerjaan yang lain sampai secara bertahap emosinya akan menjadi tenang.

Pada pr kenyataannya tidak seperti itu, perempuan akan berusaha menemukan orang yang dapat dipercaya (suami/perempuan lainnya) untuk diajak bicara dengan panjang lebar untuk menjelaskan permasalahannya. Inilah yang ditempuh pr untuk mendapatkan kepuasan pikiran dan ketenangan perasaan. Tabiat pr yang cenderung ekspansif ini akan merangkul semua permasalahan dalam waktu yang sama, berbeda dengan tabiat laki2 yang fokus pada satu permasalahan. Pada kondisi ini pr akan kehilangan kemampuan untuk meletakkan mana yang lebih utama utk dikerjakan dan mana yang bisa ditunda, ini yang menyebabkan ia merasa sedih dan terbebani, kadang pelariannya adalah menangis. Laki2 yg melihat pr sedang sedih maka respon laki2 adalah kesal dan marah, dan yang terbayang pada dirinya bahwa ketika itu pr sedang berusaha menyalahkan laki2 atas kesedihannya.


Semoga Bermanfaat..

Mari Pahami Pasangan Kita (1)



" Kalaulah pasangan kita tak bisa menjadi menjadi pohon rindang yang meneduhkan, bisa jadi ia adalah rumput lembut yang menjadi pijakan agar kaki tak tergores tajamnya kerikil".

Sahabat tercinta…
Kali ini saya hanya ingin berbagi ilmu tentang bagaimana memahami perbedaan antara suami (laki2) dan isteri (wanita) dari sisi PSIKOLOGIS. Harapan saya dapat lebih mengerti bagaimana perasaan suami kita yang sebenarnya tatkala kita mendapatkan pasangan kita melakukan / berbicara sesuatu yang sepertinya tidak sesuai dengan keinginan kita para istri. Insya Allah dengan sama-sama saling memahami sisi psikologi pasangan.



Moment ‘Sambil ngeteh..Mari bicara’ pun berjalan dengan baik. Kehidupan rumah tangga kita akan lebih indah,karena kita dapat melampaui kerikil tajam-kerikil tajam yang menggangu perjalanan biduk rumah tangga. Masalah-masalah kecil akibat kurangnya pengetahuan kita tentang sisi psikologis pasangan kita dapat kita hindari. Insya Allah….

1. Perbedaan Menanggapi Permasalahan
Laki-laki (baca; para suami) menganggap dirinya diciptakan untuk memecahkan masalah. Perilaku ini dianggap sebagai sebuah pengungkapan cintanya kepada perempuan (baca ; istri). Wanita menganggap bahwa dia tidak memerlukan pemecahan, yang diinginkan adalah suaminya ikut merasakan dan ikut berempati.

Contoh: seorang istri yang masuk rumah sakit untuk menjalani operasi. Setelah operasi berhasil dan keluar dari RS ada tanda kegelisahan dari istri disebabkan karena bekas yang kelihatan buruk akibat operasi. Istri curhat pada suaminya dan dijawab:
“Masalah sepele, ga usah pedulikan. Kan bisa operasi kecantikan, kamu bisa bebas dari noda itu. Masalah ini kecil dan penanganannya juga mudah.”
Jawaban ini menambah sedih istrinya dan membuatnya marah, karena ia merasa suaminya tidak memahami hakikat perasaan sedihnya bahkan meminta untuk operasi kembali.
Seharusnya yg perlu dilakukan suami adalah berempati pada istrinya. Ini akan membuat istri senang dan membuat istri merasa dekat dengan suami. Memberikan nasehat dan pemecahan justru akan menjadikan istri marah, merasa jauh darinya dan tidak mau duduk dengannya.

2. Perbedaan Perhatian Suami dan Istri
Perempuan sangat perhatian pada cinta, ngobrol2, kecantikan dan hubungan kemasyarakatan. Perempuan jika bertemu dengan teman sesamanya, maka akan menggunakan kesempatan tersebut utk menguatkan hubungan, berusaha saling bantu satu sama lain walaupun tanpa ada permintaan. Tujuan memberikan bantuan bagi perempuan adalah untuk membuat dia merasa bahwa dia dicintai.
Laki2 banyak menghabiskan waktunya untuk berjuang dalam kehidupan, berjuang untuk mewujudkan tujuan2. Dunia laki2 penuh dengan permasalahan, kesulitan dan tujuan2. Laki2 jika bertemu dengan teman laki2 yg dibicarakan adalah segala permasalahan yang dihadapi dan berusaha mencari pemecahan yang sesuai, baik permasalahan politik, keuangan, kemasyarakatan, bahkan olahraga. Dalam dunia laki2 memberikan bantuan dengan suka rela dianggap sbg suatu yg tidak dapat diterima, ditafsirkan sebagai penghinaan.

Contoh: kita hendak pergi menghadiri acara pindah rumah salah seorang teman. Dan sudah sampai di daerah tempat temannya hanya mereka tidak begitu mengetahui pasti alamat tersebut. Suami hanya berputar dan berkeliling2 didaerah tersebut, tidak mau menyerah dgn harapan bisa menemukan sendiri alamatnya. Beberapa saat istrinya menyarankan utk menghentikan mobil dan bertanya kepada orang lain yg tahu, daripada terus menerus berputar dan berkeliling tidak ada manfaatnya. Tetapi suami tetap aja tidak mau menghentikan mobilnya hingga sampai akhirnya menemukan tempat yg dicari. Kegelisahan tampak sekali pada wajah suami saat menghadiri acara, sedikit bicara dan tingkahnya tidak bebas. Istrinya merasa bingung karena sikap dan raut muka suaminya yg tidak enak tersebut.

Apa yg dilakukan suami adalah utk memastikan kepada istrinya bahwa dia adalah org yg mampu. Mencari bantuan sama artinya dengan menggeser posisi dirinya ke posisi yg lebih rendah. Seandainya istrinya tetap diam dan tidak gelisah dan memberi kesempatan suaminya mencari sendiri alamat tersebut sampai ketemu, maka suami akan semakin cinta ke istrinya.

Ketika membicarakan dua kesalahan yang sudah biasa dilakukan. Sebenarnya inti kesalahan tidak terletak pada niat dari laki2 maupun perempuan tersebut, namun terletak pada cara dan waktu yang digunakan. Ketika jiwa perempuan sedang senang maka ia tidak akan menolak untuk mendengarkan laki2, yang sedang berusaha memecahkan permasalahan dgn caranya sendiri. Laki2 harus mengetahui bahwa ketika perempuan dalam keadaan gelisah dan tidak senang dan mengadukan permasalahannya, maka waktu itu tidak tepat untuk mengajukan suatu pemecahan / nasehat. Yang sebenarnya dikehendaki perempuan adalah orang lain mau mendengarkan keluhannya saja. Apabila perempuan sudah merasa keinginannya terpenuhi dan suami bersedia mendengarkan perkataan dan memahami perasaannya, ketika itu keadaan psikologisnya bertahap akan membaik. Setelah itu laki2 bisa masuk dalam pembicaraan dengan mengajukan beberapa usulan, bukan pemecahan.

Sementara bagi laki2, ia mau menerima nasehat dan kritikan yang membangun ketika ia memang mencarinya. Perempuan harus mengetahui bhw memberikan nasehat / kritikan dapat membuatnya marah dan membuat dia merasa istrinya ingin merendahkan dan menguasainya.

Allahu A'lam..

Sumber :buku Saikulujiyyah ar-Rujul wa al-Mar’iah, karya Dr. Thariq Kamal an-Nu’aimi.

UAN: Sepotong Renungan



Hari Selasa Jam 1o malam. Saya terbangun karena udara malam yang gerah. Ternyata putraku yang nomer dua juga ikut terbangun. Untuk mengusir rasa kantuk, saya buka komputer sementara anakku menyalakan televisi, dan sungguh acara yang tepat buat kami tonton bareng. Entah apa acaranya, tapi menampilkan dialog yang dengan nara sumber Bapak Mendiknas Muhammad Nuh, seorang psikolog dan mba presenter nan cantik. Dan juga Haris seorang siswa SMU dari Bandung yang tidak lulus tahun ini. Di hadirkanjuga para audience para pelajar tingkat SMU yang gagal / tidak lulus dalam UAN kemarin.

Saya tidak akan membahas lebih mendalam apa saja yang disampaikan oleh Bapak Mentri. Tapi intinya 'UAN masih diperlukan untuk melihat tingkat pencapaian Pendidikan di tanah air, meskipun masih menjadi polemik, antara yang setuju dan tidak, untuk tahun-tahun kedepannya. Apalagi dengan banyaknya kejadian setelah pengumuman UAN hari senin kemarin. Siswa yang mengamuk, merusak fasilitas sekolah sampai yang nekad bunuh diri.



Saya lebih tertarik dan terkesan sekali dengan anak remaja yang bernama Haris tadi, Siswa dari SMU Bandung yang tahun ini juga tak lulus UAN. Tak selintaspun dari raut wajahnya melukiskan kesedihan, apalagi gurat putus ASA. Tidak ada. Meski saya yakin, pasti sedih juga waktu pertama kali dia tahu, kalau gagal UAN. Tapi cara menyikapi kegagalannya sungguh memikat hati saya. Dia sadar akan kegagalannya, tapi tak berarti dia tenggelam dalam samudera kesedihan. Dia memiliki mental yang kuat, masih ada waktu untuk memperbaiki saat ujian susulan. Dia tetap bersemangat mengahadapi hari-harinya. Meski celaan, atau cemoohan dari orang-orang yang 'belum mengerti' datang juga menghampiri. Tapi dia terima hadapi dengan lapang dada.

Diakhir acara dia malah memberi dorongan semangat untuk rekan-rekannya yang tahun ini tidak lulus "Jangan putus asa, kita harus tetap bersemangat untuk belajar, menghadapi Ujian susulan dan bla..bla...". Meski singkat tapi begitu mendalam saya rasakan. Sejujurnya saya ikut sedih tapi melihat raut wajahnya yang tegar..saya yakin dia bukan sembarang remaja anak SMU. Remaja seperti Harislah yang kita perlukan....

Sesaat saya berpaling pada anakku, dan berujar lirih (karena malam hari meski lirihpun pasti terdengar jelas di telinga putraku). " Sayang...begitulah yang bunda inginkan dari kamu ...apabila suatu saat nanti, kamu dihadapkan pada kegagalan, jangan bersedih. Pertama, beristighfarlah, mohon ampun padaNya..dan yakinlah, Kegagalan yang menghadang bukan akhir dari segalanya". Tahun ini putraku menjalani UAN tingkat SMP. Dan masih minggu depan pengumuman UAN -nya. "Kelulusan yang selalu bunda doakan dan bunda harapkan, tapi bila ternyata Allah berkehendak lain, jangan pernah menyerah, jangan putus asa." Tatap mata putraku terus ke layar televisi, tapi kepalanya mengangguk pasti. Dan jangan khawatir...selalu ada bunda menemanimu.

Putraku sayang..
Semangat ya..., masih panjang jalan menuju masa depanmu..akan banyak kegagalan-kegagalan yang mungkin akan menghadang jalanmu (UAN hanya salah satu kegagalan kecil...). Kamu harus berjalan terus kedepan, jadikan kegagalan sebagai 'cermin diri' untuk melangkah lebih hati-hati,dan waspada. Kesalahan yang sama jangan kau lakukan untuk kedua kali. Jadilah Remaja/ pemuda yang punya jati diri dan prinsip yang kuat. Tegar, kuat dan pantang mundur. Memiliki mental yang kuat dalam menyikapi kegagalan . Remaja seperti Haris hanya satu contoh, masih banyak Haris-Haris lain. Sosok remaja seperti Harislah, yang Insya Allah kelak dia akan sukses dalam hidup. Tidak takut jatuh, tidak takut gagal . Menghadapi kegagalan dengan senyum, bukan tangis apalagi air mata.

: Saat menulis catatan ini hati saya masih 'miris' dengan adanya 2 pelajar siswi SMU yang bunuh diri , satu selamat, karena tidak lulus UAN. Kenapa mesti terjadi? mereka cepat gembira ketika up, cepat pula down, ketika jatuh ). Hari terakhir UAN, mereka sudah merayakan dengan ngebut di jalan. Padahal ujian-ujian lainnya masih menanti. Ujian praktek dan UAS. Begitu diumumkan ternyata mereka gagal dalam UAN, cepat pula mereka 'beringas' melepaskan amarahnya. Mengamuk, merusak, bahkan nekat bunuh diri.

Jujur...malam ini saya ingin merenung....

Ujian-Nya, Bukti Cinta-Nya



UJIAN-NYA…BUKTI CINTA-NYA…

Sahabat Blogger yang dicintai Allah, sebenarnya setiap kejadian yang menyenangkan ataupun yang menyedihkan yang terjadi pada diri kita dan apa yang terjadi di depan mata kita hakekatnya adalah UJIAN, untuk mengetahui bagaimana sikap fisik dan hati kita.

Anak yang rewel dan sedikit nakal adalah ujian, istri yang cerewet dan suka menuntut juga ujian, suami yang galak dan pelit itupun ujian, orang tua yang tidak perhatian ujian juga, pendapatan yang pas-pasan, utang yang semakin menggunung yang tidak terbayangkan kapan bisa membayar, berbagai penyakit yang terus menyerang,wajah yang kurang tampan, bentuk tubuh yang kurang seksi atau sedikit cacat, pendidikan yang kurang cukup, semuanya itu adalah ujian.



Bahkan juga kekayaan melimpah, istri cantik dan seksi, rumah megah, mobil mewah, aset yang semakin mengembang adalah ujian, bukan itu saja bahkan WAKTU dan KESEMPATAN yang masih ada saat adalah ujian juga. Ketika waktu sholat tiba adalah ujian, ketika Jam Kerja harus dilalui juga ujian, bahkan waktu libur atau istirahat pun ujian.

Nah uniknya Allah tidak menilai hasil ujian kita saat itu , tetapi PROSES menghadapi ujian itulah yang menjadi poin-poin untuk menentukan hasil akhir ujian. Lalu apa indikator kelulusan ujian-ujian tersebut ? yaitu terucapnya kalimat Tauhid LAA ILAAHA ILLALLAH di hembusan nafas terakhir kita. Lho kok mudah ! kan kita bisa latih zikir itu setiap habis sholat atau waktu2 tertentu, ya gak segampang itu ! sebab kalimat tersebut menuntut pembuktian bukan sekedar ucapan, Apakah ketika ujian itu datang kita benar-benar menjadikan Allah SWT sandaran satu-satunya atau masih ada yang lain ?

Jadi LELAHnya kita dalam BERPROSES dalam ujian itulah yang mengugurkan dosa-dosa kita dan mensucikan jiwa kita.

“ tidaklah ada sesuatu yang menimpa seorang muslim ( baik sesuatu itu berupa ) kelelahan, penyakit, kegundahan, kesedihan, atau sesuatu yang menyakitkannya sampai duri yang menimpanya kecuali Allah menggugurkan sebagian dosa-dosanya karena mushibah tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim

“ Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam bersabda : tidaklah seorang muslim tertimpa sesuatu yang menyakitkannya kecuali Allah menggugurkan dosa-dosanya, sebagaimana gugurnya ( berjatuhannya ) daun-daun pepohonan “. HR. Bukhari dan Muslim.

Sebut saja namanya Pak Rahmat , Adalah seorang yang rajin sholat malam dan bermunajat, berkhalwat dengan Al-Kholiq. Setiap malam dari kedua matanya yang memerah karena menangis, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau berbisik-bisik lirih memohon beberapa permintaan dan pengharapan.

Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun, hingga putih rambutnya tak kunjung jua permintaan beliau dikabulkan oleh Allah. Permintaannya (diantaranya) adalah agar segera diangkat kemiskinan yang menjadi selimut kehidupannya selama ini, keluarganya sering sakit-sakitan, setiap hari ia keluar untuk berusaha memperoleh rizki Allah tapi tidak tampaklah dilapangkan rizqi itu untuknya.

Padahal dahulu, ketika masih menjadi pegawai Bea Cukai. UANG ,KEMEWAHAN, DAN KESENANGAN melimpah dalam hidupnya. Hingga suatu saat ia mendengarkan ceramah yang menjelaskan bahwa penyelewengan yang sering ia lakukan selama ini adalah Haram dan tidak membawa keberkahan, kelak penyelewengan ini akan berhadapan dengan hukum Allah yang tidak bisa dibantah lagi di akhirat. Bergetar hatinya, masuk hidayah Allah atasnya.

Sejak itu tidak pernah lagi ia melakukan perbuatan tersebut, semakin rajin ia melakukan sholatul Lail mengadukan nasibnya hanya kepada Allah, agar diberikan harta yang halal dan rizqi yang lapang dalam menghidupi hidup ini.

Namun berangsur-angsur PENGHASILANNYA SEMAKIN MENURUN, BELIAU SEKELUARGA SERING SAKIT DAN MENJADIKAN BADANNYA YANG SEHAT MENJADI KURUS, ANAK SATU-SATUNYA MENINGGAL SETELAH MENJALANI PERAWATAN SELAMA BEBERAPA MINGGU DIRUMAH SAKIT.

Sampai saat itu ia masih bersabar, tak pernah terucap dari mulutnya kata-kata keluhan dan makian atas apa yang menimpa hidupnya. Malahan menjadikannya semakin sering dan khusyu ia mendekatkan diri kepada Allah. Dan malang yang tidak kunjung padam terhadapnya, korupsi yang dahulu ia lakukan bertahun silam terungkap, maka ia dan beberapa orang rekannya terkena pemecatan dengan tidak hormat. Subhanallah, semakin berat rasanya hidup ini baginya. Tambah satu kalimat panjang di malam harinya ia mengadu kehadapan Rabbnya,menangis dan perih rasa batinnya.

Setiap dalam sedihnya ia berdoa, selalu ada bisikan lirih di hatinya, "Apa yang engkau harapkan itu dekat sekali, bila engkau bertaqwa!". Setiap mendengar bisikan itu, timbul semangatnya. Kini setelah ia dipecat, ia berdagang. Baginya dagang yang tidak pernah untung, hutang yang semakin bertumpuk, musibah yang seakan tidak berujung .. ahhhhh.

Setelah puluhan tahun kedepan sejak ia dekat dengan Allah setiap malamnya,tidak juga merobah hidupnya. Sejak puluhan tahun ia mendengar bisikan diatas, tidak juga tampak yang dijanjikanNya. Mulailah timbul pemikiran yang tidak baik dari syaithon. Hingga beliau berkesimpulan, tampaknya Allah tidak ridho terhadap doanya selama ini.Maka pada malam harinya, ia berdoa kepada Allah : "WAHAI ALLAH YANG MENCIPTAKAN MALAM DAN SIANG, YANG DENGAN MUDAH MENCIPTAKAN DIRIKU DENGAN SEMPURNA INI. KARENA ENGKAU TIDAK MENGABULKAN PERMINTAANKU HINGGA SAAT INI, MULAI BESOK AKU TIDAK AKAN MEMINTA DAN SHOLAT LAGI KEPADAMU, AKU AKAN LEBIH RAJIN BERUSAHA AGAR TIDAKLAH HARUS BERALASAN BAHWA SEMUA TERGANTUNG DARIMU. MAAFKAN AKU SELAMA INI,AMPUNI AKU SELAMA INI MENGANGGAP BAHWA DIRIKU SUDAH DEKAT DENGANMU !"

Beliau tutup doa dengan perasaan berat yang semakin dalam dari awal ia berniat seperti itu ('mengkhatamkan' ibadah sholat lailnya). Beliau berbaring dengan pemikiran menerawang hingga ia tak mengetahui kapan ia tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi, mimpi yang membuatnya semakin merasa bersalah. Seakan ia melihat suatu Padang luas bermandikan cahaya yang menakjubkan, dan puluhan ribu, atau mungkin jutaan makhluq cahaya duduk diatas betisnya sendiri dengan kepala tertunduk takut. Ketika beliau mencoba mengangkat wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka bersimpuh, kepalanya dan matanya tidak mampu memandang dengan menengadah.

Beliau hanya dapat melihat para makhluq yang duduk dihadapan Sesuatu Yang Dahsyat. Terdengar olehnya suara pertanyaan, "BAGAIMANA HAMBAKU SI Rahmat, HAI MALAIKATKU ?" nama yang tidak dikenalnya. Seorang berdiri dengan tubuh gemetar karena takut, dan bersuara dengan lirih, "Subhanaka yaa Maalikul Quddus, Engkau lebih tahu keadaan hambaMu itu. Dia mengatakan demikian : "Wahai Allah yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan diriku yang sempurna ini. Karena Engkau tidak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tidak akan meminta dan sholat lagi kepadaMu, aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah terus beralasan bahwa semua tergantung dariMu. Maafkan aku selama ini, ampuni aku selama ini menganggap bahwa diriku sudah dekat denganMu !"

Ampuni dia yaa Al 'Aziiz, yaa Al Ghofuurur Rohiim!"

Tersentak beliau, itu adalah... kata-kataku semalam ...celaka, pikirnya.

Kemudian terdengar suara lagi : "Sayang sekali, padahal Aku sangat menyukainya, sangat mencintainya, dan Aku paling suka melihat wajahnya yang terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadahkan tangannya yang gemetar kepadaKu, dengan bisikan-bisikan permohonannya kepadaKu, dengan pemintaan-permintaannya kepadaKu, sehingga tak ingin cepat-cepat Kukabulkan apa yang hendak Aku berikan kepadanya agar lebih lama dan sering Aku memandang wajahnya, Aku percepat cintaKu padanya dengan Aku bersihkan ia dari daging-daging haram badannya dengan sakit yang ringan. Aku sangat menyukai keikhlasan hatinya disaat Aku ambil putranya, disaat Kuberi ia cobaan tak pernah Ku dengar keluhan kesal dan menyesal di mulutnya. Aku rindu kepadanya... rindukah ia kepadaKu, hai malaikat-malaikatKu ?"

Suasana hening, tak ada jawaban. Menyesallah beliau atas pernyataannya semalam, ingin ia berteriak untuk menjawab dan minta ampun tapi suara tak terdengar, bising dalam hatinya karenanya. "Ini aku Yaa Robbi, ini aku. Ampuni aku yaa Robbi, maafkan kata-kataku !" semakin takut rasanya ketika tidak tampak mereka mendengar, mengalirlah air matanya terasa hangat di pipinya. Astaghfirullah !! Terbangun ia, mimpii...

Segeralah ia berwudhu, dan kembali bersujud dengan bertambah khusyu', kembali ia sholat dengan bertambah panjang dari biasanya, kembali ia bermunajat dan berbisik-bisik dengan Al-Kholiq dan berjanji tak akan lagi ia ulangi sikapnya malam tadi selama-lamanya. "...Ya Allah, Yaa Robbi jangan engkau ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu, ini aku hambaMu yang tidak pintar berkata manis, datang dengan berlumuran dosa dan segunung masalah dan harapan, apapun dariMu asal Engkau tidak membenciku aku rela...Ya Allah, aku rindu padaMu..."

“Orang yang paling banyak mendapatkan ujian/cobaan (di jalan Allah Ta’ala) adalah para Nabi, kemudian orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan) dan orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan),

(setiap) orang akan diuji sesuai dengan (kuat/lemahnya) agama (iman)nya, kalau agamanya kuat maka ujiannya pun akan (makin) besar, kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan (kelemahan) agamanya, dan akan terus-menerus ujian itu (Allah Ta’ala) timpakan kepada seorang hamba sampai (akhirnya) hamba tersebut berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak punya dosa (sedikitpun)”

[HR. At Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4023, Ibnu Hibban 7/160, Al Hakim

Semoga Manfaat..

Sumber : Pesan masuk Rindu Tanah Suci

Ibu Rumah Tangga, Ibu Guru Juga



Dalam satu kesempatan blog walking, saya terdampar di sebuah situs yang bernama Math Goodies. Sesuai dengan namanya, situs ini merupakan portal yang menyediakan informasi khusus tentang pembelajaran Matematika.

Sekali pun saya bukanlah ahli matematika, bukan pula seorang guru matematika, saya hanya seorang ibu rumah tangga tetapi saya tertarik untuk menelusuri isi website ini, dan akhirnya saya menemukan tips bagaimana mengajarkan ilmu matematika kepada anak . Bukan rahasia lagi, Selama ini mata pelajaran matematika cukup menjadi 'momok' yang menakutkan. Catatan saya berikut, mudah-mudahan dapat membantu untuk menjadikan mata pelajaran matematika sebagai mata pelajaran yang menyenangkan buat mereka.



Ada 15 tip / kiat bagaimana mengajarkan 'matematika' yang baik kepada anak.
Kelima belas tips mengajar tersebut adalah:

1. Berpikir kritis dan usaha yang jujur lebih penting daripada jawaban yang benar. Cobalah untuk tidak mengerutkan kening ketika siswa memberikan jawaban yang salah atau keliru. Mengerutkan kening seringkali ditafsirkan sebagai bahasa isyarat penolakan yang dapat menghambat siswa untuk berpartisipasi dalam mengekspresikan pemikirannya. .

2. Tidak ada pengajaran tanpa pengendalian. Lebih baik Anda bersusah payah pada hari-hari awal masuk sekolah untuk menemukan cara-cara terbaik dalam mendisiplinkan siswa, daripada Anda harus melakukan perjuangan berat sepanjang semester karena Anda tidak berhasil menemukan cara yang paling efektif dalam pengelolaan kelas.

3. Kadang-kadang hal terbaik untuk dilakukan adalah berhenti berbicara. Jika terjadi kebisingan di kelas, Anda tidak perlu berteriak-teriak meminta para siswa agar berhenti gaduh. Cobalah Anda berdiri di depan kelas dengan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, kemudian tataplah mereka (khususnya siswa yang menjadi sumber keributan) dengan tetap tanpa menunjukkan ekspresi marah.

4. Cobalah lakukan kegiatan yang bervariasi dari waktu ke waktu. Dalam proses pembelajaran rutinitas dan terstruktur memang hal yang baik, tapi apabila hal ini terlalu banyak dilakukan dapat menyebabkan Anda dan kelas Anda jatuh terjerembab ke dalam suatu kebiasaan yang membosankan.

5. Mendorong siswa untuk bepartisipasi aktif. Berikan kesempatan kepada setiap siswa untuk tampil di depan kelas atau mempersilahkan mereka untuk bekerja dalam kelompok. Sedapat mungkin hindari pembelajaran yang berpusat pada guru untuk sepanjang tahun.

6. Cobalah untuk bersikap fleksibel. Misalnya, pada saat berlangsung proses pembelajaran di kelas, Anda punya aturan ketat terhadap siswa tentang permen karet. Tetapi mungkin Anda dapat memejamkan mata untuk hal ini ketika siswa sedang menghadapi ujian.

7. Cobalah uraikan secara jelas topik-topik apa yang akan diujikan. Anda tidak hanya cukup dengan mengatakan dan menyuruh siswa “Minggu depan ulangan, silahkan Pelajari Bab 6!”. Perintah dan penugasan semacam ini akan dirasakan membingungkan, terutama bagi para siswa yang kurang memiliki keterampilan belajar.

8. Meminta dukungan manajemen. Adalah penting untuk mendapatkan dukungan dari manajemen ketika Anda berhadapan dengan isu-isu sulit, terkait dengan proses pembelajaran yang Anda lakukan. Misalnya, meminta dukungan untuk mengadakan konferensi dengan para orang tua siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.

9. Berikan siswa kesempatan untuk mengikuti ujian. Jika seorang siswa selalu hadir dalam setiap pertemuan di kelas, namun karena satu dan lain hal dia tidak bisa hadir pada hari ujian, Anda seyogyanya dapat memberikan kesempatan kepadanya untuk mengikuti ujian susulan dan jangan membiarkannya lebih dari satu atau dua hari.

10. Gunakan teknik “Front Loading”. Para siswa cenderung lebih termotivasi untuk belajar pada awal masuk sekolah. Pada awal masuk sekolah, selain diajak meninjau kembali materi pada semester sebelumnya, secara garis besarnya siswa juga diajak untuk mengenal topik-topik yang hendak dipelajarinya selama satu semester ke depan

11. Ajarkan para siswa untuk memiliki keterampilan memecahkan masalah. Ketika siswa Anda memasuki dunia kerja atau terjun ke masyarakat, sudah pasti dia akan banyak berhadapan dengan berbagai masalah yang harus dia selesaikan dengan baik. Melalui pembelajaran yang Anda lakukan diharapkan para siswa akan terbiasa dan terampil dalam memecahkan aneka masalah yang dihadapinya..

12. Berikan penghargaan atas setiap hasil dan usaha belajar mereka. Penghargaan yang Anda berikan akan memberikan motivasi kepada para siswa untuk mengerjakan sesuatu lebih baik lagi

13. Lakukanlah yang terbaik dari diri Anda dan bersikap adillah kepada seluruh siswa, maka Anda akan mendapatkan rasa hormat dari mereka. Krisis kepercayaan kepada guru seringkali bersumber dari ketidaksanggupan untuk menampilkan yang terbaik kepada siswanya.

14. Motivator terbaik adalah menghubungkan pembelajaran dengan dunia nyata. Jangan lepaskan pembelajaran dari dunia nyata siswa, belajarkanlah mereka hal-hal yang berhubungan dan menyentuh langsung kehidupan mereka Misalkan guru Matematika ketika sedang membelajarkan tentang sistem metrik, mintalah kepada siswa membawa kertas karton kosong dan botol-botol dari dapur mereka, untuk dijadikan sebagai media pembelajaran.

15. Di sekolah-sekolah tertentu, adakalanya siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan (kelas unggulan). Hal ini membuat mereka lebih menonjol dibandingkan peserta lainnya. Di satu sisi, cara ini dapat memberikan kemudahan bagi guru untuk memberikan pelayanan pembelajaran secara homogen, namun di sisi lain juga dapat menimbulkan kecemburuan sosial.

Ke 15 tip di atas memang berlaku untuk seorang guru yang mengajar di kelas. Tapi saya percaya sekali hal yang sama bisa di terapkan juga untuk kita para ibu rumah tangga dalam mengajarkan anak di rumah. Karena sudah bukan rahasia juga....di rumah setiap anak mengalami kesulitan belajar, bukan ayah yang mereka cari, tapi yang pertama mereka mencoba bertanya kepada ibu terlebih dahulu. Kalo ibu sudah angkat tangan, mungkin baru kepada ayahlah mereka lari...Ayo, kita menjadi ibu yang cerdas untuk anak-anak kita. Ibu, tempat dimana nak-anak mencari 'Pertolongan Pertama Pada Pelajaran ' (P4 ) yang tidak / belum mereka mengerti.

Semoga manfaat...

Mata Indah Bola Pimpong


Bismillahir Rahmanir Rahim

Entah berapa kali dalam sehari saya memandang lekat-lekat wajah saya dicermin. terutama pada dua bola mata saya yang sudah dikelilingi warna kemerahan disekitarnya. Bukan putih seperti biasanya. Saya kedipkan mata saya, sakit. Dan sebentar-sebentar saya harus menyeka kotoran yang mampir di sudut mata. Atau sesekali rembesan air mata menahan sakit, apalagi kala harus melakukan sujud di waktu-waktu sholat. Sekuat tenaga saya harus bisa menahan rasa sakit.

Dan itu saya alami dihari-hari kemarin, tepatnya lebih dari satu Minggu awal bulan Mei ini, saat saya dan anak-anak mendapat giliran sakit mata. Mata merah, bengkak, dan perih. ( penyakit mata memang sedang mewabah di daerah saya) . Saya bersyukur anak-anak saya tabah menjalaninya.



Meski keluhan juga keluar dari mulut mereka, karena ke sekolah mesti pakai kacamata untuk menahan sapa langsung sang mentari yang membuat mata perih. Membaca bukupun harus berupaya keras karena pandangan terasa buram dan kabur. Ya, anakku yang besar tetap bersi'keukeuh' untuk tetap sekolah. Untunglah... anakku yang nomer dua sudah selesai ujian jadi terbebas dari dunia luar rumah yang notebene hari-hari itu memang matahari bersinar terik. Anakku terkecil cukup sehari tidak bersekolah.

Ya..sepanjang hari-hari itu saya juga mesti diet tidak banyak keluar rumah. Duduk manis didepan komputerpun tak bisa berlama-lama. Membuka dan Membaca tulisan dan status teman-teman Fbpun..mesti diiringi rembesan air mata. Mata ini, tidak cukup tahan berhadapan dengan komputer. Bahkan untuk beberapa hari....saya harus absen, berselancar didunia maya.

Selanjutnyai saya ajak anak-anak untuk merenungi ujian yang kecil ini. Meski pandangan mata agak terganggu, buram dan harus memicingkan lebih sipit untuk membaca deretan huruf- kecil yang berejejer rapi dilayar komputer . Tapi masih bisa 'melihat'. Ya, masih bisa melihat semua nikmat dan karunia Allah walau mata sakit.. Saya dan anak-anak jadi membayangkan, bagaimana kalau penglihatan diambil oleh-Nya?

Di hari ke tiga ketika sakit mata yang kami derita belum juga sembuh, tepatnya hari Sabtu tanggal 8 mei saya mendapat kabar bahwa mantan guru SMP saya, dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Saya hanya bisa berdoa tulus untuk beliau semoga beliau khusnul khotimah. Dan ini mungkin yang terbaik untuk beliau. Setelah kurang lebih dalam rentang waktu 20 tahun, beliau diuji oleh Allah diambil penglihatannya. 20 tahun beliau sabar dalam ke-BUTA-annya dalam kegelapan . Warna-warni indahnya ciptaan Allah tak lagi bisa dinikmati. Beliau secara mendadak tidak dapat melihat hanya karena sebuah kecelakaan kecil. Pastinya beliau 'schok' pada awal kebutaanya. Tapi Iman dan taqwanya menjadikan beliau menjadi orang yang sabar dalam ujian dari-Nya.

20 tahun... bukan waktu yang pendek. 20 tahun dalam kegelapan...20 tahun beliau berjalan tertatih berteman sebuah tongkat. Dan 20 tahun pula..Sang Istri tercinta tetap setia mendampinginya. Begitupun dengan anak-anaknya. Tetap penuh cinta dan selalu menguatkan sang ayah. Hal tersebut menjadikan beliau tegar dan kuat dalam menjalani hari-hari nya selama ini. Dia tetap berusaha beraktivitas sebagai mestinya seorang suami kepada istri dan ayah bagi anak-anaknya. Dan kini, setelah anak-anaknya sudah berhasil dan sukses memiliki kehidupan sendiri, beliau berpulang ke Rahmatullah. Semoga Allah memasukkan beliau ke Syurga-NYa. Amin.

Saya tatap kembali wajah dan mata saya di cermin. Tidak lagi ada warna merah, tidak ada lagi kotoran yang kala pagi hari setiap bangun tidur menjadi seperti lem sehingga saya susah-susah dulu untuk membuka mata. Juga tak ada ada lagi rembesan air mata menggenangi kelopak mata kala harus duduk didepan komputer. Menyambut sapa hangat mentaripun..tak lagi harus picing mata. Sejak kapan mereka menghilang ya...tak jelas, karena berlalu pelan-pelan. Namun yang jelas , dan yang pasti..hari-hari itu..saat mata memerah tak seindah bola pingpong (seperti nyanyian Iwan Fals) saya berusaha menikmati sakit mata yang saya dan anak-anak derita. Bahwa sakit mata adalah realitas yang bisa menimpa siapa saja. Bahwa ke'bening'an, ke'jernih'an pandangan mata tak selayaknya dibanggakan, karena ia hanyalah kondisi fisik yang setia saat dapat berubah bahkan hilang untuk selamanya. Bahwa saya harus menjaga karunia Allah berupa indara penglihatan ini. Menjaga kebersihan mata...baik dalam artian yang sebenarnya maupun menjaga pandangan mata dari semua yang dilarang Allah. Semoga.

Ilahi, terima kasih atas ujianMu pada keluarga hamba, Syukurku atas peringatan-Mu. Semoga saya dan anak-anak bisa lebih mensyukuri nikmat-Mu yang satu ini. Betapa nikmatnya memiliki mata yang sehat. Yang dengannya kami bisa melihat dan menikmati indahnya ciptaan-Nya. Ya, Kami harus senantiasa menjaganya.

Sebagaimana do'a yang diajarkan Rasullullah yang menghias di atas cermin, agar kami sekeluarga tak pernah lupa untuk selalu membacanya setiap kali bercermin, "Mahasuci Allah yang telah membaguskan fisikku maka baguskanlah akhlakku." (Do'a bercermin)

Miss Sholehah



“Sebaik-baik perempuan di alam semesta ada empat, yaitu Asiyah istri Fir’aun, Maryam putri Imran, Khadijah binti Khuwailid, dan Fatimah binti Muhammad.” (HR Bukhari & Muslim)

Aku terhenyak ketika malam itu anakku berceloteh tentang cita-citanya. Setahu saya ketika kemarin ditanya tentang cita-citanya anakku bercerita ingin menjadi seorang guru. Tapi..tadi, dia saya dengar dia bercita-cita menjadi Miss Indonesia.
"Bunda... Miss Indonesia itu apa ? Tadi teman-teman di sekolah..ketika ade tanya cita-cita, banyak yang ingin jadi Miss Indonesia . Apaan sih Bun.." .



Pertanyaan yang mudah, tapi aku kesulitan menjawabnya. Hhmmm.. dari mana mereka mengenal kata itu..? Mungkin dari tayangan telivisi, mungkin juga mendengar kakak2nya yang bercerita tentang impian mereka menjadi Miss Indonesia atau Putri Indonesia.

Bukan cita-cita yang tidak mungkin dan tidak salah. Semua cita-cita perlu dukungan dari kita. Tapi ketika saya harus menjelaskan tentang Miss Indonesia, saya mesti search Mr. Google terlebih dahulu.

Miss Indonesia dan Puteri Indonesia adalah kontes kecantikan di Indonesia yang diselenggarakan oleh Yayasan Puteri Indonesia yang diketuai oleh Mooryati Soedibyo dan disponsori oleh perusahaan kosmetik Sari Ayu dan Mustika Ratu. Miss Indonesia dan Puteri Indonesia akan menjadi wakil Indonesia atau duta bangsa pada kegiatan-kegiatan yang bertaraf Internasional dan ikut serta dalam memajukan komoditas-komoditas ekspor Indonesia, pariwisata dan budaya Indonesia. Puteri Indonesia juga melakukan berbagai aksi sosial ke daerah-daerah. Ajang kontes kecantikan ini diperuntukkan untuk mempersiapkan figur seorang wanita Indonesia yang akan menjadi duta di bidang sosial, budaya, dan ekonomi di forum-forum internasional.
Slogan Miss Indonesia adalah "Semua Mata Tertuju Padamu".
Aspek penilaian yang dipakai :
- Cantik, Cerdas, Berbakat, Berbudi
- Beautiful, Smart, Healthy, Eastern Value
- Manner, Impressive, Smart, Social
Sempurna. Tapi selanjutnya saya INGIN menambahkan kriteria untuk menjadi miss Indonesia harus 'sholehah'.
"Anakku sayang...untuk menjadi Miss Indonesia atau Puteri Indonesia..yang utama kamu harus menjadi anak solehah terlebih dahulu. Cantik, cerdas, pintar dll, etc...boleh kau kejar, tapi lebih utama yang bunda inginkan adalah kamu menjadi anak sholehah. Menjadi Miss Indonesia yang Sholehah.

Ayah dan Ibu,
Mari bersama kita mengarahkan impian anak-anak kita. Sebagai orang tua, sebagai seorang ibu saya selalu berupaya menata diri saya sendiri. Meski jatuh bangun semangat saya , trial dan error mewarnai upaya saya. Tapi saya ingat satu pesan Rasulullah saw tentang wanita." Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah perempuan shalihah (HR. Muslim). ' Sebagaimana perhiasan maka dia harus melalui proses dulu untuk menjadi berharga. Intan dan emas hanya akan berkilau setelah melalui proses penggosokan dan pembakaran.
perempuan adalah tiang negara, apabila baik perempuannya maka baiklah negara dan apabila rusak perempuannya maka rusaklah negara. “Di samping laki-laki yang hebat, pasti ada perempuan yang hebat pula,”

Mudah-mudahan saya mampu mengatasi tantangan itu , sehingga kelak saya atau anak-anak perempuan saya layak untuk menjadi miss universe. Putri sejagad atau perempuan unggulan atau ibu unggulan yang sholehah : Menjadi Miss Sholehah seperti keempat perempuan mulia di bawah ini.

“Sebaik-baik perempuan di alam semesta ada empat, yaitu Asiyah istri Fir’aun, Maryam putri Imran, Khadijah binti Khuwailid, dan Fatimah binti Muhammad.” (HR Bukhari & Muslim). Merekalah yang layak mendapat Miss (es) Universe Forever. Amin.

Allahu A'lam