Baca juga yang ini

Alhamdulillah...satu tahap perjuangan telah dilalui...

Rasulullah bersabda :"Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka ia berjuang fi sabilillah hingga ia kembali.(HR.Muslim) Jum'at...

Tuesday, August 20, 2013

LIFE START HERE




MEMPERSIAPKAN ANAKKU DI GARIS START

Adalah impian setiap orang tua memiliki anak-anak yang cemerlang, khususnya disetiap jenjang pendidikannya. Mulai tingkat  sekolah Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar hingga jenjang sekolah lanjutan. Tapi nyatanya anak-anak kita adalah manusia biasa, yang memiliki bakat dan kemampuan otak yang  berbeda-beda. Bahkan anak-anak yang dilahirkan  dari satu rahim. Mereka memiliki keenceran otak yang beda. Sifat dan karakter yang tak sama. Berwarna-warni seperti pelangi di kaki langit.  Kita semestinya memandang keberagaman mereka sebagai karunia Allah yang Maha Sempurna, Maha Indah sehingga tak mungkin Allah menciptakan makhluknya  dengan sia-sia. 


Berikut sekelumit perjalanan saya menemani anak-anak belajar, mulai mereka  masuk Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Pertama, hingga lanjutan  tingkat Atas. Bisa menghantar anak-anak ke Sekolah Tinggi sesuai dengan bakat, kemampuan dan yang terpenting mereka suka dengan jurusan  yang dimasukinya menjadi kebanggaan tersendiri sebagai orangtua. Meskipun saya sadar, mereka mampu menembus bangku kuliah  sesuai keinginan, tentu tidak menjamin mereka bakal sukses dalam meraih cita-cita. Masih dibutuhkan perjuangan yang sangat panjang dan tentu tidak mudah untuk menggapainya. Di titik inilah awal perjuangan mereka menggapai cita dan asa mereka.  Saya
menamakan titik ini sebagai
LIFE START HERE.
Untuk bisa berdiri di garis start, sangat dibutuhkan kondisi prima. Semakin sering mereka mengalami riak dan gelombang dalam mengarungi samudera dunia pendidikan selama ini, diharapkan mereka siap memasuki arena ‘pertarungan’ yang sesungguhnya di dunia nyata. Tidak mudah menggapai garis finish. Bertarung dan berjuang melawan kemalesan, kecurangan yang kerap terjadi di lingkungan teman-teman sekolahnya, dan angan-angan kosong yang kerap me’ninabobo’kan mereka dalam harapan semu.
Pengalaman adalah guru terbaik, selama kita mampu mengambil manfaat dan hikmahnya. Ada Mutiara yang sangat berharga apabila kita mampu belajar dari pengalaman, baik pengalaman yang kita alami sendiri maupun pengalaman orang lain. Karena tidaklah mungkin kita mengalami sendiri semuanya. Diharapkan kita siap apabila diwaktu berikutnya kita yang kena giliran. Berikut adalah pengalaman saya sebagai orangtua saat menemani dua buah hati, di masa-masa sekolahnya. Ada masa sulit, yang melelahkan. Tenaga dan mental. Bermandi keringat, air mata dan luka yang mengukir abadi. Tiada mudah menyamarkan sayatan luka di hati. Namun menjadi terlupakan saat semua yang kami alami bisa menjadi ajang mawas diri, sehingga menjadikan yang lain menjadi lebih baik. SEMOGA.

Menjadi kebahagiaan, bila tulisan ini menjadi mutiara kehidupan bagi yang membacanya.(bersambung)