Baca juga yang ini

Alhamdulillah...satu tahap perjuangan telah dilalui...

Rasulullah bersabda :"Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka ia berjuang fi sabilillah hingga ia kembali.(HR.Muslim) Jum'at...

Wednesday, December 17, 2014

ADAB SOLAT DHUHA

SHOLAT DHUHA
Pengertian Shalat Dhuha 
Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 9.00 ). Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : ” Allah berfirman : “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya “ (HR.Hakim dan Thabrani).

Hadits Rasulullah SAW terkait Shalat Dhuha

  • Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga” (H.R. Tirmiji dan Abu Majah)
  • “Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (H.R Tirmidzi)
  • “Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah SAW shalat dhuha 8 rakaat dan bersalam tiap dua rakaat.” (HR Abu Daud)
  • “Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata,”Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang shalat dhuha‘. Beliau bersabda,?Shalat awwabin (duha‘) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari).” (HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi)
  • “Rasulullah bersabda di dalam Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim & Thabrani)
  • “Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat shalatnya setelah shalat shubuh karena melakukan i’tikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR Abu Daud)

Manfaat dan Makna Shalat Dhuha
Ada yang mengatakan bahwa shalat dhuha juga disebut shalat awwabin. Akan tetapi ada juga yang mengatakan bahwa keduanya berbeda karena shalat awwabin waktunya adalah antara maghrib dan isya.
Waktu shalat dhuha dimulai dari matahari yang mulai terangkat naik kira-kira sepenggelah dan berakhir hingga sedikit menjelang masuknya waktu zhuhur meskipun disunnahkan agar dilakukan ketika matahari agak tinggi dan panas agak terik. Adapun diantara keutamaan atau manfaat shalat dhuha ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab setiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan keburukan adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu maka cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”
Juga apa yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Buraidah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus dikeluarkan sedekahnya untuk tiap ruas tulang tersebut.” Para sahabat bertanya,”Siapakah yang mampu melaksanakan seperti itu, wahai Rasulullah saw?” Beliau saw menjawab,”Dahak yang ada di masjid, lalu pendam ke tanah dan membuang sesuatu gangguan dari tengah jalan, maka itu berarti sebuah sedekah. Akan tetapi jika tidak mampu melakukan itu semua, cukuplah engkau mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”
Didalam riwayat lain oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh berkata,”Nabi saw kekasihku telah memberikan tiga wasiat kepadaku, yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha dan mengerjakan shalat witir terlebih dahulu sebelum tidur.”
Jumhur ulama mengatakan bahwa shalat dhuha adalah sunnah bahkan para ulama Maliki dan Syafi’i menyatakan bahwa ia adalah sunnah muakkadah berdasarkan hadits-hadits diatas. Dan dibolehkan bagi seseorang untuk tidak mengerjakannya.
Cara melaksanakan Shalat Dhuha :
Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal duabelas rakaat, dilakukan secara Munfarid (tidak berjamaah), caranya sebagai berikut :
  • Niat shalat dhuha didalam hati berbarengan dengan Takbiratul ihram :
“Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”
 Artinya :
“Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah ta’ala

  • Membaca doa Iftitah
  • Membaca surat al Fatihah
  • Membaca satu surat didalam Alquran. Afdholnya rakaat pertama membaca surat Asy-Syam  dan rakaat kedua surat Al Lail  
  • Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
  • I’tidal dan membaca bacaannya
  • Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
  • Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaanya
  • Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
  • Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.

Bacaan Doa Sholat Dhuha Lengkap Bahasa Arab – Bahasa Indonesia dan Artinya
اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

Artinya: “Ya Alloh, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Alloh, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.



https://www.facebook.com/notes/tutorial-hijab-modern/tata-cara-dan-niat-sholat-dhuha-serta-keutamaannya/216661148463912

Sunday, June 22, 2014

SEPULUH SURAT PERTAMA Q.S AL-KAHFI


عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم قَالَ : « مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ » وفي رواية ـ من آخر سورة الكهف ـ
Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari bagian awal surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal.” Dan di dalam riwayat lain disebutkan, “(sepuluh ayat) dari bagian akhir surat Al-Kahfi.” 

(Diriwayatkan oleh Muslim I/555 no. 809, Ahmad V/196 no. 21760, Ibnu Hibban III/366 no. 786, Al-Hakim II/399 no. 3391, dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman V/453 no. 2344).
Salah satu senjata paling ampuh dalam menghadapi Dajjal adalah hafalan 10 ayat pertama QS Al-Kahfi. Bagaimana bisa? Wallahu a’lam. Namun, bila kita mencoba menghayati ayat-ayat ini, ada beberapa hikmah tentang pengetahuan apa yang harus kita kuasai untuk mengidentifikasi fitnah-fitnah Dajjal di akhir zaman ini.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُ عِوَجًا ۜ
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya;
Di ayat pertama ini, Allah memberi perhatian khusus pada karakteristik Al-Quran yang tidak memiliki kebengkokan di dalamnya. Dalam Tafsir Jalalain, disebutkan bahwa yang dimaksud kebengkokan di sini adalah pertentangan dan perselisihan. Di ayat ini Allah menegaskan bahwa Al-Quran yang Allah turunkan kepada Rasulullah Muhammad mutlak bersih dari kebengkokan dalam bentuk apapun (‘iwajan menggunakan bentuk ismun nakirah, umum, indefinite, bermakna segala bentuk kebengkokan).
Di akhir zaman ini, kita melihat banyak sekali upaya-upaya orang kafir dan bahkan orang yang mengaku muslim untuk mengekspos “kontradiksi” dalam Al-Quran. Salah satunya bisa dilihat di sini: http://www.1000mistakes.com/. Allah Mahatahu akan hal ini. Oleh karena itu, Dia memerintahkan rasulNya untuk memperingatkan umatnya bahwa upaya-upaya semacam ini hanyalah omong-kosong belaka melalui petunjuk umum sebagaimana yang kita dapat dari hadits di atas.
Selain itu, penyebutan kata ‘iwajan dalam ayat tersebut semestinya juga memantik perhatian kita untuk lebih dalam lagi mempelajari Al-Quran agar kita tidak termakan oleh isu “kontradiksi” Al-Quran yang dilancarkan orang kafir. Setidaknya ketika ada pertanyaan semacam ini, “Mana yang benar, urusan langit yang dibawa para malaikat itu naik kembali ke Allah dalam sehari yang kadarnya sama dengan 1.000 tahun atau 50.000 tahun?” kita masih mampu menjawab dengan tepat tanpa didahului keringat dingin. Bagaimana? Anda mampu?
قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِّن لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا
sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,
Biasanya, tahapan pendidikan Qur’ani adalah basyiran (kabar gembira) baru kemudian nadziran (peringatan) sebagaimana dalam QS Al-Baqarah: 119. Namun, di ayat kedua QS Al-Kahfi ini tahapannya terbalik, yundzira baru kemudian yubasysyira. Peringatan lebih diprioritaskan daripada kabar gembira. Selain itu, pada yubasysyira terdapat informasi yang jelas tentang target dan kontennya: targetnya adalah al-mu’minin alladzina ya’malunash shalihat dan kontennya adalah anna lahum ajran hasana. Sementara pada yundzira tidak ada info tentang target. Yang ada hanya info konten, yaitu ba’san syadidan min ladunhu. Jadi, selain prioritas peringatan di akhir zaman ini lebih tinggi, targetnya pun lebih luas karena tidak dibatasi sebagaimana kabar gembira.
Secara tersirat, kita harusnya sadar bahwa ayat ini mengindikasikan betapa rusaknya akhir zaman (ya zaman kita ini) sampai-sampai peringatan dan ancaman harus lebih diutamakan daripada kabar gembira. Kita, yang hidup di akhir zaman ini, semestinya tidak boleh terlalu husnuzhzhan terhadap apapun yang kita peroleh dari mayoritas manusia karena sunnatullah generasi akhir zaman adalah lebih banyak rusaknya daripada baiknya. QS Al-Kahfi: 2 ini adalah rekomendasi bagi kita, generasi akhir zaman, agar senantiasa mempelajari Al-Quran dan lebih banyak mengingat peringatan di dalamnya, baru kemudian kabar gembiranya.
مَّاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا
mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
Nah, kabar gembira di ayat ini cukup sederhana. Beriman DAN beramal shalihlah kamu, maka kamu akan kekal di dalam pembalasan yang baik, yaitu surga. Though it’s more easily said than done, it’s indeed that simple.
وَيُنذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا
Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak”.
Nah, ini salah satu bagian paling menarik dari fragmen surah ini, menurut saya. Kebanyakan kita cenderung menganggap bahwa ayat ini berbicara tentang orang Nasrani. Hohoho… Jangan terburu-buru. Coba kita perhatikan lagi, adakah disebutkan dalam ayat ini dan ayat-ayat setelahnya secara spesifik bahwa yang berkata, “Allah mengambil seorang anak,” itu hanya kaum Nasrani? Tidak ada! Bahkan, nanti kita akan lihat bahwa ayat ini juga berkenaan dengan orang-orang sebelum kaum Nasrani.
Yang sangat menarik dari ayat ini adalah betapa Allah memberi porsi khusus untuk peringatan kepada orang-orang yang meyakini bahwa Allah mengambil atau mengangkat seorang anak. Ayat ini, yang merupakan bagian dari fragmen surah yang menurut Rasulullah SAW dapat menyelamatkan kita dari fitnah Dajjal, mengindikasikan bahwa di akhir zaman ini terdapat fitnah yang begitu besar dari sistem-sistem keyakinan yang mengajarkan bahwa “Tuhan mengambil anak”.
Kita muslimin Indonesia sangat rentan menganggap bahwa ayat ini berbicara tentang Nasrani. Namun, bila kita perhatikan seluruh kebudayaan musyrik di muka bumi ini, mulai dari paganisme sampai Judeo-Christianity, mulai dari Arab pra-Islam sampai Shinto, semuanya meyakini bahwa Tuhan telah mengambil satu atau beberapa anak! Ayat tadi sesungguhnya sedang mengarahkan perhatian kita kepada satu karakteristik dasar dari seluruh kesyirikan di muka bumi! Tidakkah kita memperhatikan?
Selain itu, jika kita mau look into the big picture, akan kita dapati bahwa seluruh teologi musyrik di dunia ini memiliki satu kerangka yang sama, yaitu trinitas. Kesamaan-kesamaan ini telah diungkapkan pula di ayat berikutnya.
مَّا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْ ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا
Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.
Perhatikan, ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang meyakini “Allah telah mengambil seorang anak” sesungguhnya bukan kaum pertama yang berkata demikian. Sebelum mereka, telah ada kaum lain yang meyakini hal serupa. Abaihim di sana tidak letterlijk bermakna bapak-bapak mereka saja, tapi justru lebih luas, yaitu mencakup jugaorang-orang sebelum mereka, sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Jalalain. Silakan rujuk ke quran.com dan aktifkan opsi “Tafsir الجلالين” di sana.
Baik yang terdahulu maupun terkemudian, semuanya sama-sama buruk, dusta, dan celaka. Dan, karena Rasulullah SAW sudah mengabarkan bahwa hafalan 10 ayat pertama Al-Kahfi dapat melindungi kita dari fitnah Dajjal, maka dapat disimpulkan bahwa semua kaum yang meyakini “Allah telah mengambil anak” pasti punya hubungan dengan Dajjal, baik langsung maupun tidak, baik disadari maupun tidak. Mulai sekarang, perhatikanlah semua sistem keyakinan semacam ini dan lihatlah betapa mereka semua sesungguhnya sedang berjalan menuju satu pusat yang sama: penyambutan datangnya Al-Masih Ad-Dajjal.
Untuk ayat 6 sampai 8-nya, jujur, saya belum menemukan bagaimana kaitan spesifiknya dengan fenomena fitnah Dajjal pada hari ini. Jadi, for the moment, kita langsung loncat ke ayat 9-nya saja, yak. Nggak apa-apa, yak.
أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا
Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?
Di ayat 9 ini, Allah mengarahkan perhatian kita kepada kisah Ashabul Kahfi. Kisah ini sendiri dalam QS Al-Kahfi sebenarnya diceritakan sejak ayat 9 ini sampai ayat 26. Namun, mengapa hanya sampai ayat 10 yang Rasulullah sebut dapat menyelamatkan umatnya dari fitnah Dajjal?
Bagi saya, sekali lagi hanya bagi saya pribadi, ini adalah isyarat bahwa ada beberapa karakteristik mendasar dari peristiwa Ashabul Kahfi yang akan dialami juga oleh orang-orang beriman di masa kekuasaan Dajjal atas umat manusia. Karakteristik yang saya maksud adalah sebagai berikut:
1.              Ashabul Kahfi adalah para pemuda yang beriman kepada Allah semata di saat mayoritas penduduk negeri dan penguasa mereka menganut paganisme. Produk turunan paganisme hari ini adalah demokrasi dan agama Kristen (akar hari raya Natal disinyalir adalah hari lahir Mitras, sesembahan salah satu sekte pagan Romawi; akar hari raya Paskah/Easter disinyalir adalah pemujaan terhadap Ishtar dari Babilonia, atau Astarte dari Yunani, atau Ashtoreth dari Yahudi).
2.              Ashabul Kahfi tidak mampu melawan penguasa dengan tangan dan lisan. Mereka hanya mampu melawan dengan hati yang resisten. (Sekarang, siapa yang bisa menentang kebijakan uang kertas, sistem pemerintahan parlementer, pengambilan hukum dari sumber selain Al-Quran, dan legalisasi zina?)
3.              Ashabul Kahfi tidak dimenangkan dalam peperangan. Mereka hanya diselamatkan oleh Allah dari rencana penangkapan yang disusun Kaisar Trajan. (Saat ini pun kita tidak bisa berharap menang dari mayoritas paganis yang menguasai dunia. Kita hanya bisa berharap Allah menolong kita mempertahankan iman tauhid kepadaNya semata.)
4.              Ashabul Kahfi melarikan diri dan bersembunyi di gua. (Mungkin ini cara paling efektif untuk menghadapi Dajjal sistemik hari ini? Yah, kita nggak usah segitu banget juga. Maksudnya, kita “mengurung diri” di komunitas yang terpisah sama sekali dari segala hiruk-pikuk fitnah zaman ini sambil terus membangun kemandirian hidup dan kedekatan dengan Allah di komunitas ini.)
Mungkin segini saja karakteristik yang bisa saya data. Kalaupun ada tambahan, pastinya karakteristik itu berasal dari fragmen kisah mereka sebelum mereka tertidur. Mengapa? Karena kisah tidurnya mereka hingga dibangunkan dan pada akhirnya meninggal sudah berada di luar rentang ayat 1 sampai 10. Yang dikabarkan Rasulullah dapat menolong kita dari fitnah Dajjal hanya hafalan ayat 1 sampai 10 dari QS Al-Kahfi.
إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
Nah, ayat 10 cuma sampai sini. Cuma sampai momen ketika Ashabul Kahfi berlindung ke dalam gua dan berdoa seperti di atas. Bagi saya, ini adalah indikasi bahwa karakteristik fitnah yang kita hadapi di akhir zaman ini sangat mirip dengan karakteristik fitnah di zaman Ashabul Kahfi, TAPI mukjizatnya tidak. Kita tidak akan tertidur selama 300 tahun Masehi dan tiba-tiba bangun di zaman Imam Mahdi, Ratu Agung, Satrio Piningit, atau bahkan Kerajaan Tuhan 1000 tahun. Tidak. Fitnahnya mungkin mirip, malah justru lebih parah, tapi kali ini kita akan menghadapinya secara manusiawi, bukan dengan bantuan mukjizat, setidaknya sampai Nabi Isa atau Yesus putra Maryam turun ke bumi.
Oleh karena itu, selagi menunggu mukjizat, yang bisa kita lakukan hanyalah memperkuat keimanan kita sekuat mungkin, berlindung dari segala fitnah zaman ini, sambil terus memohon kepada Allah, “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).”
Sumber: http://jumaidilawal.wordpress.com/2013/03/24/sepuluh-ayat-pertama-qs-al-kahfi-dan-fitnah-dajjal-akhir-zaman/

Saturday, June 7, 2014

Prangko-ku sayang...Prangkoku malang...

Sedikit koleksiku:  uang dan perangko
Nama : Anita Triana
Hobbi : Surat menyurat, koleksi prangko

Dua baris kalimat diatas, pasti saya tulis ketika saya mengisi biodata di setiap surat perkenalan dengan teman baru. Tidak saja kenalan via surat, perkenalan face to face pun pasti saya menyebutkan hobbi saya tersebut. Tapi itu dulu. Dulu sekali, saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah lanjutan pertama. Ya, sekitar tahun 80 an.(Jiaahh........dah lama banget ya..., mungkin yang baca tulisan ini belum nongol di dunia...hehehe...)

Masa-masa itu, memang lagi ngetrend dengan hobby surat menyurat. Perkenalan lewat tulisan, tidak saja kepada teman yang jauh, beda kampungpun saya menulisnya di selembar kertas surat  yang warna-warni bentuk dan rupanya.  Bahkan  saya juga menulis surat perkenalan untuk artis-artis cilik yang menjadi idola saat itu. Saya masih ingat beberapa penyanyi cilik yang membalas surat perkenalan saya. Chicha Koeswoyo, Sari Yoek K, Vien Is H. Fitria Elvi Sukaesih dll.  Biasanya mereka menyelipkan foto dalam balasannya. Senaaang pastinya. Sayang...semuanya tak berbekas..hiks..hiks. (mungkin tercecer saat keluarga harus berpindah-pindah rumah.).

Sahabat pena saya tersebar di banyak daerah di seluruh Indonesia. Ada yang dari Sumatera, Irian jaya, Mataram, Kalimantan, Kediri, dan juga dari ibu kota Jakarta.
Biasanya saya mendapatkan alamat mereka dari berbagai majalah atau koran.. Saya masih ingat saat itu keluarga saya berlangganan majalah anak-anak ananda, si kuncung dan koran Pelita.

Setiap kali terbit, saya langsung mencari kolom anak-anak, ataupun kolom yang memajang foto hitam putih dari teman-teman. Di majalah ananda namanya Sahabat Ananda. Sering saya yang mengirim surat perkenalan terlebih dahulu. Dan pastinya saya melengkapinya dengan biodata seperti diatas. Atau karena foto saya juga pernah terpajang di kolom tersebut, saya juga sering menerima surat perkenalan dari mereka. Ah..senang dan bahagia setiap kali pak pos datang menghampiriku, dan menyerahkan satu, dua surat  dari sahabat penaku..

Karena kerapnya menerima surat berperangko, otomatis perangko yang saya miliki  menumpuk. Semua saya simpan di album perangko.Ada tiga album perangko yang  saya miliki. Tapi sayang.. album perangko juga berkelana hingga lupa jalan pulang...hiks...hiks...

Hingga kurang lebih setahun yang lalu. Ketika secara tidak sengaja saya melihat surat  berperangko yang menghuni keranjang sampah di sudut ruangan kantor.  Tangan saya terulur meraih amplop yang sudah kucel. Saya selamatkan perangkonya. Saya simpan baik-baik di sela dompet. Sejak itulah, tumbuh kembali  rasa cintaku pada prangko. Setiap ada surat yang berperangko, saya selalu mengincarnya. Saya meyimpannya baik-baik. Ya, daripada tersia-sia di keranjang sampah? Hari demi hari, sayapun mualai asyik berburu perangko...eh banyakan mengais perangko ding...di sampah kantor yang mau dimusnahkan. Atau saya kerap minta langsung sama mba sekretaris...dan berpesan untuk menyimpan prangko-prangko bekas yang mungkin ada.

Ahamdulillah..kini koleksiku sudah mulai banyak. Seperti nampak foto diatas. Geliat filateli mulai kurasakan. Walau kedepannya agak tertatih semoga konsisten menjalaninya. Tertatih karena saya sendiri sudah tidak pernah lagi berkirim surat via pos. Tertatih karena hanya mengandalkan perangko bekas di kantor yang volume pemakaian prangko sudah jarang. Karena surat dinas pengirimannya menggunakan jasa eksprees, surat kilat yang hanya di cap atau stempel.

Ya, eksistensi perangko seolah tenggelam di zaman teknologi sekarang ini...Ya, bagaimana tidak karam? Hobbi surat-menyurat bagi sebagian orang menjadi hal yang aneh. Kemajuan teknologi menjadikan komunikasi lebih cepat sampai melalui email ataupun via sms.  Padahal perangko tak sekedar kertas bergambar. Sehelai perangko memiliki nilai tersendiri, dan itu akan menjadi istimewa jika ternyata temanya menarik, desainnya bagus, serta bentuknya yang tidak biasa. Ada prangko berbentuk segitiga, bulat atau seperti daun lotus.  Nilai prangko juga akan semakin tinggi jika dilengkapi informasi percetakannya. "Misal siapa yang mendesain, teknik mencetaknya seperti apa, produksi berapa banyak dalam setiap  seri, dan sebagainya.

Prangko. Meskipun bentuknya kecil ia mampu menyimpan  catatan sejarah sebuah negara.
Jadi....di jaman teknologi yang semakin cannggih ini, prangko boleh mati(surut), tetapi hobbi saya tak akan mati lagi. Prangko akan semakin langka dan menjadi semakin berharga.

Saturday, May 31, 2014

Sebegitunyakah aku....?

Aku terhenyak ketika disodorkan pertanyaan Oleh salah satu  rekan kerjaku.
Bu Anita...sejak Iqbal (putraku) senang naik gunung...panjengan juga senang googling lihat peta ya?
.
Jleb. Saat itu, aku baru  tersadar, kalau seminggu terakhir, selalu ingin googling, melihat..mengamati peta. Aku begitu ingin tahu mengenai letak suatu gunung..dimana pada saat bersamaan sedang didaki oleh putraku dan temen2nya. Seperti beberapa hari terakhir tanpa sadar aku menelusuri semua yang berhubungan dengan hobbi mendaki gunung. Karena pada saat yang bersamaan anakku sedang melakukan perjalanan ke pulau Lombok di mana di situ ada gunung Rinjani. Bukan cuma keelokkan pemandangan yang ditawarkan, tapi tak lupa aku juga googling letak titik gunung Rinjani. Dari mulai map pendakian, topografi, stratifigasi, struktur dan tektonik.

Menjawab pertanyaan dari rekan kerjaku di atas aku hanya menjawab selintas. "Naluri ibu yang sealsedang di sela-sela waktu kerjaku aku selalu ingin tahu persis keberadaan putraku.
Segitunyakah Bu...?

Friday, May 30, 2014

Rinjani...Tak Semudah yang aku Bayangkan...

Kesulitan adalah peluang untuk kita menjadi kuat
Setelah empat hari menunggu kabar dari putraku dengan rasa cemas dan gelisah, sore itu telpon dari nya masuk, mengabarkan kalau ia sudah turun dari gunung dan keadaannya baik-baik saja. Ia seperti paham dan tahu betul kalau saat itu  bundanya sedang  dilanda kecemasan. Empat hari empat malam berada di gunung...mana mungkin ada sinyal? Sehingga ia tak bisa kirim kabar via sms terlebih telpon. 

Sore itu kurang lebih jam 17.17 menit ia mengabarkan, kalau  ia bersama rombongannya ssebanyak lima belas orang  semuanya sehat. Semuanya baik-baik. Alhamdulillah....

Padahal  2 menit sebelum telpon dari putraku masuk, jemariku sudah berada di keypad hendak googling mencari  sebuah kata. Raung. Itu  nama sebuah gunung yang aku dapat, setelah membaca berita di layar televisi (tulisan yang bergerak di bawah televisi) sore itu. 

"Tim Sar mengevakuasi dua pendaki yang mengalami kecelakaan di gunung RAUNG"

Gunung Raung di mana? Jangan-jangan dekat gunung Rinjani. Jangan-jangan anakku langsung melakukan pendakian kesana. Dan berita itu...jangan-jangan...Ah, tidak. Aku menjawab pertanyaanku sendiri. Aku percaya, Anakku baik-baik saja. 

Saat mengetik sebuah nama ganung  itulah, pada saat yang sama  anak bungsuku berteriak.
Bun...telpon dari Kakak...
Setengah berlari aku menghampiri anakku dan dalam sekejab telpon sudah berpindah tangan dalam genggamanku.

"Ya..ya..Bunda disini. Kamu tidak apa-apa kan? Sehat kan? Di mana sekarang? Sudah turun dari Rinjani?"
Aku langsung memberondongnya dengan  pertanyaan-pertanyaan yang beberapa hari terakhir bergantung di kepala dan pikiranku.

"Alhamdulillah..baik, sehat. ga ada apa-apa. Sekarang sudah di Gili Trawangan. Sedang beristirahat. Bunda tenang ya..."

Mungkin kalau pada saat yang sama, aku diberi sebongkah emas, hatiku akan lebih bahagia menerima kabar dari putraku kali  ini. hehe....emang siapa yang mau ngasih sebongkah emas ya... 

Selanjutnya aku tunduk sejenak.  Aku panjatkan Puji syukur pada Ilahi. Yang telah melancarkan, memudahkan pendakian putraku ke gunung Rinjani. 
Ya, ia telah melakukan sebuah perjalanan yang tidak semua orang mau melakukannya.
Ia telah menaklukkan gunung Rinjani. salah satu gunung yang menantang para pendaki gunung untuk menaklukkannya. Tak lama kemuadian, di status bbm-nya ia menulis

"Tidak semudah yang saya bayangkan"

Sepertinya sebelum melakukan perjalanan, ia lupa suevey meski hanya internet. Mungkin karena waktu dan kesibukan kuliahnya tak sempat googling. Putraku sepertinya tidak menduka dan  tak menyangka akan melewati medan yang berat. Biasanya mendaki sebuah gunung hanya membutuhkan waktu satu hari satu malam. Tapi Rinjani dibutuhkan empat hari  tiga malam. Padang savana(padang pasir), hutan, bebatuan, naik turun cadas bebatuan, sedang di kanan-kirinya jurang. 

Dari 13 teman satu rombongan, hanya 7 berhasil mencapai puncak Rinjani (3 perempuan dan 4 laki-laki termasuk anakku). Dari sini bisa dibayangkan beratnya medan. 

Tulisan ini, hanya sebagai ungkapan kebanggan saya sebagai seorang Ibu. Seperti baru kemarin, ia berlatih berjalan. Jatuh, bangun, jatuh, bangun dan jatuh lagi. Hingga ia bisa lancar berjalan dan akhirnya mampu berlari. Satu menitpun tak pernah lepas mata ini mengawasinya. Memasuki masa sekolah, satu jam ia terlambat pulang, saya sudah panik. 

Dan sekarang putraku menjelma menjadi pemuda yang perkasa (Aamiin..).
Mendaki gunung bukan hal yang mudah. Saya sempat khawatir ketika putraku menceritakan hobbi barunya semenjak ia lepas SMK. Bermula dari gunung merapi, kemudian gunung Merbabu, gunung Slamet dan gunung Rinjani pada akhirnya. Menaklukkan gunung  menjadi ajang latihan, betapa tidak mudah untuk mencapai puncak (bisa impian, cita-cita atau hanya sekedar keinginan). Dan setelah berhasil mencapai satu puncak gunung, pasti memiliki keinginan untuk mencapau puncak yang lebih tinggi. 

Begitupun hendaknya bila  memiliki impian. Impian satu terwujud, timbul impian berikutnya. Yang pastinya impian yang lebih indah dari yang sebelumnya. Sukses menggapai satu keinginan, atau satu cita-cita tak menjadikan kita puas lantas berhenti. kita pasti bermimpi dan bermimpi lagi. Bercita-cita lagi yang lebih tinggi. Rintangan, halangan harus dihadapi bukan dihindari. 

Jatuh...bangun....Jatuh lagi....bangkit lagi. Seperti kutipan dalam satu film yang berjudul 5 cm.
Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh. Bahwa kamu akan mengejarnya saampai dapat, apapun itu. Segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri. 






Tuesday, May 27, 2014

Masih tentang Rinjani.....

Sepanjang hari ini aku gelisah. Menanti kabar dari putraku baik via sms, bbm atau mungkin telpon. Tapi hingga malam hari, sampai mata ini sepet menahan kantuk tak kunjung datang yang kuharap.
Aku hanya pasrah dan memasrahkan semuanya pada Gusti Allah. Segumam doa terus kupanjatkan pada Ilahi.(Ini hari kedua, sejak nomer hapenya tak bisa di hubungi sejak Minggu malam senin. Sms nya terakhir mengatakan kalau low bat hape-nya).

Tapi kemungkinan terbesar,  semenjak minggu malam, ia dan rombongannya sudah mulai pendakian. Seperti biasa selama pendakian, hape selalu dimatikan. Menghemat batu. Kalaupun nyala, kemungkinan tidak ada sinyal. karena di tengah hutan, naik turun bebatuan yang samping kanan dan kiri jurang menganga ratusan meter

."Ya...Allah lindungi anakku. Berilah kemudahan apabila dalam kesulitan, berilah kelapangan apabila ia dalam kesempitan, berilah petunjuk jalan apabila ia tersesat jalan di pendakiannya, dan berikan kekuatan ia sedang dalam kelemahan".

Bahkan status  bbm  putri sulungku yang menyiratkan kegalauan hatinya tidak aku gubris. Ah, paling sedang berselisih paham dengan teman kos atau teman kuliah. Baru jelang tidur kubalas bbm anakku dengan kutipan dari buku yang sedang kubaca dengan kutipan ayat Q.S. Al-Furqon ayat 20 yang intinya bahwa:

"Dan kami jadikan sebagian kamu menjadi ujian untuk yang lain"

Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa hidup sendiri. Dan dalam pergaulan di tengah masyarakat baik dengan  teman, saudara, dan lingkungan sekitar merupakan ujian. Apakah kita mampu bersabar? Dan Allah Maha Melihat.

Di akhir bbm kutulis lagi : Ada masalah dengan teman kos atau teman kuliah?

Dan putriku membalasnya: " Tidak ma...hanya
 ada teman yang usil. tapi sekarang dah baikan..sudah ketawa-tiwi bareng"

Syukurlah, hatiku sedikit plong dan lega,
setidaknya mengurangi cemas dan galau hati ini. Ketika aku menanyakan apakah dapat bbm dari sang adik?
Jawabnya:
"Sebelumnya memang iya, tapi dua hari ini sama,tak lagi bisa bbm"
Ma...beberapa hari yang lalu Iqbal bbm, katanya
ia akan membawakan bunga edelweis untuk mama...
edelweis gunung Rinjani

Edelweis...bunga ini berwarna putih dan bentuknya kecil. Edelweis hidup di dataran tinggi, ribuan meter di atas permukaan laut. Oleh karenanya bunga ini banyak dibawa pulang oleh para pendaki  sebagai bukti dirinya telah menaklukan sebuah gunung. Namun, seiring berjalannya waktu demi kelestarian bunga ini, para pendaki dilarang untuk memetiknya. Bunga edelweis dikenal sebagai 'bunga abadi'. Warnanya putih melambangkan cinta, ketulusan. Letaknya di puncak-puncak gunung tinggi melambangkan pengorbanan. bunga yang bisa bertahan lama. Karenanya disebut bunga abadi.

Aku terharu membaca bbm putriku tentang ini.

Namun yang sebenarnya. Bukan itu yang kuharapkan. Bukan edelweis atau yang lainnya. Anakku
 dapat mencapai puncak, menaklukkan gunung demi gunung terlebih gunung Rinjani, sebagai seorang ibu ikut bangga seperti yang ia rasakan.

Malam makin larut, rasa cemas masih mendera di hati. Nomernya masih belum bisa dihubungi. Bila kutekan nomernya, jawabannya masih sama:
"Maaf..nomer yang anda tuju belum bisa dihubungi, cobalah lain kali.

Atau hanya suara tu la lit...tu...la   lit.

Tu la lit...Tu la lit...Tu la  lit...Begitu terus. Hingga kedua mataku lelah. Hingga tak sadar
 kuterlelap. Bermimpi bertemu dengan putraku ...^_^
Cita-citaku setinggi langit...!!!!
.Itu mungkin yang mereka teriakan saat di foto di atas puncak gunung

27 mei 2014, jam 22.22 wib

Monday, May 26, 2014

Rin...Ja...ni...(4)

Sepanjang hari ini, aku gelisah. Bolak-balik ku buka bbm. Berharap  membaca status bbm putraku. Atau apa sajalah..upload foto atau hanya sekedar status yang mengabarkan sudah sejauh mana pendakiannya kali ini.

Tapi hingga siang jelang sore, kulihat status bbm anakku, masih sama dengan status yang kemarin.
 "Tukang kopi" : dengan gambar profil segelaf coffe yang masih mengepul asapnya. Ah...itu  profil yang kemarin saat ia masih berada di pelabuhan padang bai Bali.  Pagi itu, ia mengirim kabar lewat sms, mengabarkan ia sedang  sarapan, sambil menunggu saat penyebrangan. Namun hingga sore hari, Hape sepi  sms. Saat kucoba menelpon putraku, pun tak terhubung.

Hanya suara operator "Maaf...nomer yang anda tuju, sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi"


Aku tahu, itu artinya mulai dini hari tadi anakku sudah memulai pendakiannya ke puncak Rinjani. Ia tak bisa leluasa pegang hape, bahkan mungkin tersimpan dalam dasar tas gunungnya yang gede  Ia harus konsentrasi berjalan, terlebih dengan beban berat di punggungnya. Membayangkan putraku di situasi seperti itu, ingin aku membersamainya. Menyalurkan energi , menyemangati, dan mungkin sekedar seteguk air yang membasahi kerongkongannya. Atau sekedar memeluk memberinya kehangatan.

Tak terasa, gerimis mataku. Ya...Allah, lindungi putraku. Kuatkan langkah-langkahnya untuk sampai ke puncak gunung. Biarkan ia leluasa membaca ayat-ayat-MU. Agar iman di dadanya semakin mengakar kuat menancap dihati dan di jantungnya. Aamiin.


Senin, 26 mei 2014

Sunday, May 25, 2014

Rinjani...3

Allah ta'ala berfirman dalam surat al-ghasiyah:
Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan (17). Dan langit bagaimana ia ditinggikan? (18). Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? (19). Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan (21).

23 mei 2014
Stamina, kesabaran , kerja sama dan keyakinan modal utama para pecinta alam


"Aku lagi nyebrang ke Bali...", begitu bunyi sms anakku. Kulirik jam di dinding  menunjukkan pukul 00.15. Sementara anakku sms jam 21.50 WIB. Berarti sekarang sudah di bali batinku.

Pagi hari, aku baru sempat membalas sms anakku. Mas...sudah di pulau Bali...? Kapan melanjtkan ke Lombok? Lama anakku tak membalas. Baru siang jelang sore anakku membalasnya.

Ma..sekarang masih di Bali. Sedang istirahat di rumah teman.
di Tanah Lot Bali. Tadabbur alam

Ops, baguslah...memang itu yang kuharapkan. Dan beruntung kali ini salah satu rombongannya ada yang berasal dari pulau Dewata, jadi bisa numpang tidur atau istirahat gratis di rumahnya, walau hanya tidur diatas tikar sudah cukup. .

Malam hari anakku kirim gambar lewat bbm. Nampak ia dan teman-temannya sedang berdiri di atas tanah yang menjorok ke laut. Seperti siluet...  warna langit mulai menghitam karena cahaya  mentari yang sudah memudar di balik cakrawala.

Harapanku....semakin anakku mengenal alam, mengenal indahnya nusantara, semakin mendekatkannya kepada sang Pencipta. Bukankah ayat-ayat Allah tak hanya yang tersurat tapi juga yang tersirat?


Iqbal anakku nomer dua dari sebelah kiri. Pakai kaos hitam .

Sabtu pagi,  25 Mei 2014.
"Ma...ternyata atm-ku masih bisa dipakai. Mungkin saat di ambil jogja dulu, mesin atm kosong. Jadi ga bisa buat transaksi."
Nah kan...ternyata ga ada masalah di kartu atmnya...Hati kecil bahagia. Kalau atmnya masih di pakai jadi tidak ada kesulitan, kalau sewaktu-waktu anakku  membutuhkan dana. Terlebih untuk akomodasi di Lombok nanti. Aku ingin staminanya tetap terjaga. makanya aku selalu berpesan supaya tidak sayang mengeluarkan uang untuk makan, minum  suplemen dan lainnya.

Masih hari Sabtu...Jelang siang sms anakku masuk mengabarkan kalau saat itu, ia sudah ada di pelabuhan Padang Bai, siap meluncur, menyeberang ke tanah Lombok di mana Dewi Rinjani menantinya. 
putraku yang sedang berpose di pelabuhan padang Bai

Mengiringi langkah anakku beserta teman-teman satu rombongannya, kutabur  doa selalu:, Karena kuyakin  Allah  mendengar doa ibu kepada anaknya... :

"Ya..Allah...lindungi anakku dan temen-temennya. Lancarkan...mudahkan perjalanan mereka untuk membaca ayat-ayat Engkau yang tersirat. Semakin mereka mengenal ciptaan-Mu...Gunung Rinjani yang menjulang tinggi.... Indah dan Eloknya Rinjani yang mereka  daki..., akan semakin mendekatkan hati mereka kepada-Mu. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.





Saturday, May 24, 2014

BERPETUALANG KE RINJANI (2)

"Saya biarkan anak berpetualang menjelajah Nusantara
Agar ia lebih mengenal bumi Allah"


23 juni, Jum'at
Status bbm anakku pagi ini: Bismillahirrhmanirrohim
Aku langsung tahu, bahwa putraku sedang bersiap melakukan sebuah perjalanan yang cukup lama. Berpetualang mendaki ke gunung Rinjani.

Perjalanan dimulai dengan naik  kereta api ekonomi jurusan Jogjakarta- Surabaya. Seperti balasan smsnya :"...ya, ini sudah di kereta..."
Aku balas sms anakku..: "Hati-hati ya...Semoga lancar perjalananmu...

Namun tak berselang lama, smsnya kembali masuk.

"ma...nanti pulang kerja jam berapa?"

" Jam empat...aku membalas sms-nya. " Semestinya hari ini (Jum'at) mama libur. Berhubung ada tim akreditasi dari Jakarta yang datang..mama ga libur. Ada yang bisa mama bantu...? Aku meneruskan sms balasan untuk putraku..
Aku menduga ada sesuatu yang tidak beres. Dan ia sedang galau, nyatanya ia sms, menanyakan kapan saya pulang kerja. Kalau ia baik-baik saja, ia pasti tahu kalau Jum'at adalah hari libur mamanya kerja.

Lama aku menanti balasan sms anakku. Galau pastinya. Sejuta tanya dalam benakku. Aku mencoba mengirim sms lagi.

"Mas..nanti mama istirahat jam 12. Ada apa mas..? Ya, aku biasa panggil anakku lelaku dengan sebutan mas...


Atm-ku tidak bisa untuk ambil uang. Tadi sebelum berangkat, aku mampir di atm, tapi kartu atmnya, ga  kebaca. Mungkin karena kartu bagian hitamnya tergores. Anakku mencoba menjelaskan.
Bisa pinjam uang mama 1 juta?

Apa...? Meski tidak sekaget bila mendengar suara gledeg di siang hari bolong, namun hati ini, tetep lemes membaca sms anakku?

Ya Allah...ada apa ini? Meski dipenuhi sejuta tanya dan rasa penasaran lainya, aku tetap berusaha tenang menanggapi smsnya.
Aku yakin..aku percaya dengan anakku. Seratus persen.
Aku balas sms nya.

Ya...bisa. Mama harus kirim ke rekening berapa? bank Apa? atas nama siapa?
Pikiranku saat itu hanya satu. Anakku sedang kesulitan karena atm-nya ga bisa dipake..sementara saat itu uang harus dicairkan untk memperlancar perjalanannya.
 Tak lama, sms anakku masuk yang menyebutkan satu nama beserta nomer rekeningnya.

Begitu jam istirahat datang, aku segera meluncur ke suatu Bank di Bumiayu. Untunglah tidak seramai jam-jam lainnya. Aku menunggu dua nasabah yang saat itu hendak menyetorkan uang.
Sekali lagi, aku sms anakku untuk memastikan nomer dan nama yang akan saya kirim.
Satu juta bukan uang sedikit, jadi aku harus memastikan tidak akan salah kirim.

Balasan sms anakku bertepatan nomer antrianku dipanggil oleh mba Teller.
Aku sebutkan nomer rekening yang akan dikirim dengan mantap. Dalam hitungan menit uang satu juta berpindah ke suatu nama yang ternyata pemiliknya seorang Ibu ......... Itu berarti temen anakku memakai atm milik ibunya. Tapi aku yakin, uang akan  sampai ke tangan anakku.

Itulah hari pertama perjalanan anakku ke pulau lombok dalam rangka pendakian ke gunung Rinjani. Meski diawalnya sedikit tersandung masalah dengan atmnya yang tergores, hingga ia tak bisa dipake untuk mencairkan, mudah-mudahan tidak ada rintangan yang berarti untuk hari-hari berikutnya. Aamiin




Thursday, May 22, 2014

Rinjani.....(1) (catatan jelang anakku mendaki ke Rinjani...)


Gunung Rinjani dan Sabana di kaki gunung.

Siapa yang naik gunung...? Kalau saya...sudah tidak mungkin kali ya...Saya hanya bisa menyanyikan lagu naik-naik ke puncak gunung. Lagu yang sudah sangat saya hapal di luar kepala, karena sudah ratusan bahkan ribuan kali mendengar dan menyanyikannya untuk anak-anak saya.  

Lalu untuk apa kali ini saya menulis tentang gunung..? Tidak mungkin saya menulis tanpa ada yang melatar belakangi bukan..? hehe...emang karya tulis atau skripsi tok yang harus pakai latar belakang.....^_^

Ya. Saya menulis untuk anak ke dua saya, yang akhir-akhir sedang hobby naik gunung. Hobby baru yang ditekuninya belum lama. Dimulai saat ia memasuki dunia kampus. Kebetulan ia kuliah di D-3 fakultas Elektro UGM. Ia ikut kegiatan MAPALA. Gunung demi gunungpun  ia daki. Mulai gunung Merbabu, gunung Merapi, gunung  Slamet hingga Merbabu untuk kedua kalinya. 

Ia pernah cerita, memang tak mudah mendaki gunung. Dibutuhkan tenaga dan semangat ekstra untuk menaklukkan satu gunung. Saat pendakian pertama di gunung Merpapi ia hampir putus asa untuk melanjutkan langkah pendakiannya. namun, meski tertatih akhirnya ia berhasil menaklukkan sang Merpapi

Setelah Merpapi, gunung demi gunungpun ditaklukkannya. Merbabu, juga gunung Slamet yang ketinggiannya lebih gunung-gunung sebeluimnya. Kesulitan, halangan tentulah masih ada dan akan selalu ada di setiap pendakian. Tapi syukurlah sepertinya ia sudah bisa mangatasi. Ia berhasil mencapi puncak gunung  dengan baik. Artinya tak lagi  ku dengar, banyak keluhan yang menyertai di setiap cerita-cerita naik gunungnya. 

Seminggu yang lalu, ia sudah cerita tentang niatnya untuk naik gunung. Kali ini tidak tanggung-tanggung, ia dan  teman-teman pencinta alam kelompoknya, merencanakan mendaki gunung Rinjani yang tada di pulau Lombok. Niatnya sudah cukup matang. Berbagai perlengkapan pendakian bahkan tiket kereta api jurusan Surabaya sudah di pesan.


Rencana pemberangkatan hari Jum'at tanggal 23 Juni.  Inilah yang membuat saya ingin tahu banyak tentang gunung Rinjani. Saya sudah googling. Peta pendakian kutatap lekat-lekat, seolah berbicara bahwa sepanjang rute inilah anakku seminggu depan akan berjalan melewatinya, untuk taklukkan Rinjani. Meski  tertulis di sana, bahwa perjalanan sepanjang pendakian sangat elok dan indah, pasti juga tak mudah untuk menaklukkannya. Aral dan hambatan pasti akan sering dijumpainya. Terlebih suhu yang lumayan dingin bila sudah mendekati puncak gunung. 
Berikut saya kopas dari wikimedia;

Rinjani memiliki panaroma paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam.
Suhu udara rata-rata sekitar 20 °C; terendah 12 °C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus.
Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau terletak di ketinggian 2.000m dpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 600m dpl dan 1.150m dpl).
Kebanyakan pendaki memulai pendakian dari rute Sembalun dan mengakhiri pendakian di Senaru, karena bisa menghemat 700 m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). krim penahan panas matahari sangat dianjurkan.
Dari Rute Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut karena melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 7 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2.641m dpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun ke arah luar sangat bagus. Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2.000 mdpl) yang bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan untuk berendam di kolam air panas dan mancing.
Untuk mencapai puncak (dari arah danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700m dan menaiki punggungan setinggi 1.000 m yang ditempuh dlm 2 tahap 3 jam dan 4 jam. Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, camp terakhir untuk menunggu pagi hari. Summit attack biasa dilakukan pada pukul 3 dinihari untuk mencari momen indah - matahari terbit di puncak Rinjani. Perjalanan menuju Puncak tergolong lumayan; karena meniti di bibir kawah dengan margin safety yang pas-pasan. Medan pasir, batu, tanah. 200 meter ketinggian terakhir harus ditempuh dengan susah payah, karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun (terperosok batuan kerikil). Buat highlander - ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yang indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan "passion".
Keseluruhan perjalanan dapat dicapai dalam program tiga hari dua malam, atau jika hendak melihat dua objek lain: Gua Susu dan gunung Baru Jari (anak gunung Rinjani dengan kawah baru di tengah danau) perlu tambahan waktu dua hari perjalanan. Persiapan logistik sangat diperlukan, tetapi untungnya segala sesuatu bisa diperoleh di desa terdekat. Tenda, sleeping bag, peralatan makan, bahan makanan dan apa saja yang diperlukan (termasuk radio komunikasi) bisa disewa dari homestay-homestay yang menjamur di desa Senaru.
Ah, pasti akan menjadi perjuangan tersendiri untuk anakku kali ini. Mudah-mudahan ia bisa sampai puncak tanpa kesulitan yang berarti.

Rin...Rinjani,
Sambutlah pendakian anakku esok
Dengan senyuman teramahmu
Anakku
Siapkan dirimu
Doa ibu...akan selalu menyertaimu 

Dan nanti...
Kalau kau sudah berhasil menaklukkan Rinjani, carilah gunung yang lebih tinggi lainnya. Dakilah...Berjuanglah terus untuk menaklukkannya
Seperti perjuangan dalam meraih impian dan cita-cita..
Semakin tinggi impian dan cita-cita -mu
Semakin tinggi pula usaha dan ikhtiar-mu

Yakinlah, Impian dan cita-citamu akan tercapai
Karena Allah tidak tidur
Allah melihat usaha dan ikhtiar hamba-Nya


.