Dulu....duluuu sekali. saat usia sekolah dasar, saya pernah bercita-cita untuk  bersekolah setinggi-tingginya....Dalam pikiran saya saat itu, sekolah itu gampang. Kalau ada kemauan, kita bisa bersekolah dimana dan kapanpun.... pun kalau harus ke luar negeri. hehe.

Masa itu...di kampungku sedang ngetrend bersekolah di luar kota. Jakarta, Jogja itu tujuan yang banyak diminati. Tidak dipungkiri...mereka yang berkesempatan sekolah di luar kota, adalah mereka dari keluarga mampu alias kaya-raya, rumah magrong, memiliki toko lebih dari satu.

Dan tidak dipungkiri pula. Mereka keturunan keluarga berpendidikan, sehingga mereka jua  mengutamakan pendidikan untuk anak-anaknya. Melihat kenyataan seperti itu,  keinginan bersekolah di luar kota  saya simpan di sudut hati paling terdalam...dalaaam sekali):ihik..nyesek di hati.

Ya....ternyata sekolah itu ribet. Sekolah itu susah. Sekolah itu muahaaaal. Sekolah itu butuh otak encer. dan sekolah itu...butuh lingkungan yang kondusif untuk menapaki jenjang demi jenjang. 

tahun 1985.
lulus di jenjang Sekolah Dasar. Lanjut di SMP. Tak di sangka tak di duga(hehe...kayak judul kolom di majalah anak-anak 'BOBO' ya...), hasil ujian nasional tingkat SMP... yang mampu mengantarkan saya masuk  SMA di  Yogyakarta. Kota Pelajar kota impian banyak orang.

Rampung SMA, dapat kesempatan kuliah di FE UGM kewat jalur PMDK. Alhamdulillah. Menyelesaikan strata S-1 butuh waktu panjang. Bayangkan... Butuh waktu hampir sepuluh tahun(aiiii.....lama buangeet ya). Dan setelahnya jauh dari pikiran lanjut strat2 S-2. Saya sibuk dan  larut di S...S lainnya. Sibuk momong anak, Sibuk Nyuci, Sibuk masak, Sibuk ini, Sibuk itu....

Hingga tak terasa waktu berjalan dengan cepat. tahun berganti tahun.Dua dasawarsa lebih sejak gelar S-1 kusandang. Dan anak-anak sudah tumbuh dewasa. alhamdulillah anak-anakku diberi kesempatan mengenyam bangku kuliah.

Kembali ke lap top...eh, maksudnya ke niat awal tulisan ini adalah menyebarkan info tentang beasiswa. Dengan harapan, muncul benih-benih keinginan bagi anak-anak saya utamanya, untuk berburu beasiswa S-1 ataupun S-2 bahkan kalau bisa S3.  

Pertanyaannnya, Akankah putra dan putriku memiliki keinginan untuk  lanjut dari D-3 ke S1 dan dari S1 lanjut S2?Hanya Allah dan putra dan putriku yang tahu....( Hmm....dalam hati terdalam sih, ibunya ingin putrinya langsung lanjut S-2). Tapi apakah demikian juga dengan keinginan sang anak? Dalam obrolan ringan hari-hari kemarin...putriku berharap 'kerja' dulu.

"Cape bun..putri kerja aja ya..." 
"Belajar speak english dulu..."
"Cari uang dulu..Nabung dulu..." hehe...
putriku tahu kalau sekolah lagi, berarti biaya lagi...dan biaya S-2..? Mahaaal...

Dalam benaknya...dia pasti tak ingin merepotkan ayahnya dalam waktu deket. Dia tahu banget...untuk masalah biaya kuliah tingkat lanjut, masih jauh panggang dari api.  Sebagai orang tua, pastilah kami ingin bisa membiayai pendidikan anak...setinggi mungkin, menuruti keinginan anak. Karena kami yakin sekali...untuk masalah rizki...Allah yang punya kuasa. Masing anak-anak sudah tertulis rizkinya sendiri-sendiri.

Merunut waktu kebelakang. Bagaimana putriku melalui pendidikannya dari Usia TK...hingga kuliah memang tidak gampang. Bagaimana dia belajar, memahami ilmu demi ilmu yang baru...bagaimana perjuangan mendapatkan seorang teman sejati....putriku ccape, lelah... saya faham banget. 

Untuk itulah...sementara dia bekerja keras menyelesaikan tugas akhirnya, diam-diam saya mulai banyak googling. Salah satu jalan rizki Allah, selain dari hasil keringat kami orangtuanya, pastilah ada jalan rizki yang lain. Ya, saya ingin mencari info jalur beasiswa S-2.

Begitu banyak web yang menginformasikan dalam dan luar negeri. Wuih...seneng ya...kalau bisa mendapatkannya.  Tapi pastinya, tak semudah kita membalik telapak telapak . . Pasti ada perjuangan, kerja keras, persaingan dan lain-lain, dan sebagainya.


Saya narsis bersama Prof. Yahya Muahaimin(mantan Mandiknas RI)  dan Ir. Palgunaldi T. Setyawan Dipl.Ing (dosen Univ. Al.Azhar)


Tapi dari sekian web yang saya sambangi, ada satu tulisan yang mendapat perhatian dari saya...Bukan tentang besarnya beasiswa atau universitas yang akan dimasuki, justru tips untuk melangkah untuk mendapatkan beasiswa itulah point pentingnya. Berikut tulisannya. Semoga bermanfaat untuk semua anak-anakku yang sempat membaca catatan saya.
Terutama untuk putri dan putraku yang sedang berjuang mencari ilmu di jenjang D-3 Fak. Elektro UGM (M.Iqbal Fahmi) dan S-1 Fak.BIOLOGI UNDIP SEMARANG (Putri Ramadhany).

Dan salah satu untuk tipsnya adalah  "perjuangan menjadi Outliers"
Perjuangan mengejar beasiswa bukan hanya tentang impian tetapi juga perjuangan melawan kelemahan , mengalahkan keterbatasan, dan melompati kegagalan-kegagalan.
Banyak cerita indah yang bisa ditemukan dibalik kesuksesan para penerima beasiswa, tetapi dibalik semua itu mungkin banyak yang tidak pernah tahu, ada perjuangan berat yang harus dibayarkan, paku tak akan menembus kayu dengan sendirinya, hasil yang yang indah, mustahil didapatkan hanya dengan duduk melamun dan berpangku tangan. Ibarat cinta, Butuhperjuangan!!
Salah satu factor yang harus kita terima dalam memperjuangkan beasiswa adalah kompetisi.Jika IQ kita menengah ke bawah, harus berkompetisi dengan orang yang IQ nya menengah ke atas. Gak punya uang dikantong untuk tes IELTS ?, mau gimana lagi,kita harus berkompetisi dengan “mereka” yang punya uang berlebih dan bisa test IELTS bahkan 1 bulan sekali.
Kompetisi dalam meraih beasiswa ibarat hukum alam yang sepertinya sulit untuk ditolak. Seperti matahari yang tak bisa menolak untuk terbit dari timur. Atau seperti ikatpinggang yang harus dipasang dari kiri ke kanan. Keniscayaan !! yang harusdilewati !!
Ibarat dua sisimata uang. Bagi sebagian orang, kompetisi mengajarkan kita untuk semakin tegar dan tangguh dari waktu ke waktu, disisi lain, adalah fakta bahwa kompetisi hanya melahirkan ketimpangan. Banyak diantara peraih beasiswa adalah orang yang“pintar” dan “berpunya”
Tapi bukankah hidup juga penuh pengecualian, selalu ada anomali. Selalu ada emas diantarabarisan tembaga, selalu ada orang yang berbeda. Ingat dengan kisah Titanic ?, Jack,dengan modal lukisan bisa mendapatkan cintanya Rose, mengalahkan uang dan tahtanya pangeran Hockley.
Apa rahasianya?. Jack membuat perbedaan.
Berani menjadi Outlier.
Outliers adalah pemenang kompetisi !!
Saya berani pastikan, hampir seluruh penerima beasiswa adalah Outliers. Ada yang ahli suara, pakar hubungan internasional, komandan kapal perang, analis keuangan,ahli fisika, juara olimpiade, aktivis oranisasi mahasiswa, penulis dan banyak lagi jenis kemampuan khusus lainnya.
Pertanyaanya sudahkah anda menjadi Outliers ?.
Jika belum,tutup mata sejenak, Tanya ke hati yang paling jujur, sudahkah memilikiperbedaan yang tidak dimiliki banyak orang ?,
Jika sudah, ,yok ambil kertas, bikin rencana aktifitas, baru saatnya kejar beasiswa !!
Langkahnya bisadimulai dengan tahapan sebagai berikut
1. Luruskan niat
2. Curriculum Vitae yang jelas,tepat, singkat sederhana
Search di internet, banyakpanduan bagaimana cara menyusun CV yang baik.
Maksimal 3 halaman. Cukupdimulai dari pengalaman dan prestasi minimal sejak SMA.
3. Siapkan personal statement
Personal statement berisirencana, visi dan tujuan masa depan.Jangan ragu bermimpi.Jika memungkinkan buatberdasarkan pengalaman kerja atau pengalaman hidup yang pernah dilalui sertakaitkan dengan bidang ilmu yang ingin kita tekuni. Buat dalam 2 bahasa, BahasaIndonesia dan Bahasa Inggris.
4. Minta rekomendasi dosen
Ini baru mulai terasapentingnya menjalin hubungan baik dengan dosen selama masa kuliah.Biasanya butuh 2 rekomendasidosen, ditulis dalam Bahasa inggris. Biasanya dosen akan bilang “kamu bikindulu nanti saya cek dan tanda tangani”. Bingung cara bikin rekomendasidosen ?. jangan malu tanya mbah google. Kalo bisa cari dosen dengan gelarprofessor atau keahlian yang relevan dengan bidang ilmu yang akan kita tekuni. Jangan lupa, minta saran daridosen tentang rencana study yang akan kita lakukan, bukan tidak mungkin beliaujuga bisa membantu banyak hal selama proses kuliah nanti.
5. Tingkatkan kemampuan BahasaInggris
Ini factor utama yang sering menghilangkan semangat pemburubeasiswa. Jangan berharap banyak denganlembaga kursus, kursus hanya mengajarkan metoda belajar, sedangkan belajar yangsesungguhnya adalah melalui praktek sendiri. Harus berani malu. Terutama harus siap diremehin karena Bahasa inggrisnya gak karu2an. Teorinya semakinkita merasa hina, motivasi harus semakin meningkat. Manfaatkan mbah google, banyak bahan yang bisa dipelajari, contoh ieltsexam.net. ada juga situs yang menyediakan contoh pertanyaan dan contoh jawaban untuk tes ielts. Situsnya apa?, banyak !!
Pelajari cara tes wawancaraspeaking IELTS di youtube. Ketik aja keywordnya ielts 8
Cari teman satu perjuangan yangbisa diajak ngomong Bahasa inggris tiap hari. Kalo gak bisa ketemu, via skypeatau hangout.
Download IELTS Cambridge mulaidari 1 sampai 9. Semuanya ada di internet, gratis ketik aja keywordnya ieltsCambridge 9 download
Jangan malu untuk bertanya,bangun relasi dengan teman yang Bahasa inggrisnya sudah bagus.
Kita hanya bisa dapat Unconditional letter (surat penerimaan) dari kampus ketika sudah melengkapisemua persyaratan termasuk sertifikat Bahasa inggris
6. Tes IELTS atau Toefl IBT (BukanToefl ITP)
Saya menyarankan IELTS karena sudah bisa digunakan di Eropa, Australia dan US. Toefl IBT saat ini sudah tidakditerima di UK. Kalo gak salah biaya tes IELTS sekarang sudah hampir 3 juta
Persiapkan sedini mungkin,pelajari kemampuan diri.
7. Apply Universitas yang dituju
Semua informasi tentanguniversitas dijelaskan sangat detail di web universitas. Kalo bingung, emailprogram administratornya. Dokumen yang diperlukanbiasanya passport, ijazah, transkrip, personal statement, dan rekomendasidosen. Semua via online. Apply sesegera mungkin, kitabisa bikin akun dulu, mengisi form aplikasi, sambal menunggu jika sertifikatIELTS belum di tangan. Kebanyakan universitas tidakmemungut biaya pendaftaran, terutama di UK, Australia dan Eropa. Jadi Pakehokum Bar-bar. Apply sebanyak mungkin universitasnya. Mana yang lulus, ituurusan belakangan. Semakin banyak apply, semakin besar kemungkinan dapatpilihan yang lebih baik. Universitas di US dan Canadamensyaratkan adanya GRE, itu kendala terberat yang pengen studi kesana. Apa itu GRE, Tanya mbah google, biaya ujiannya setara IELTS
8. Apply Beasiswa
Apply beasiswa setelah dapatLOA, sehingga kemungkinan lolos beasiswa lebih besar
9. Persiapkan tes dan wawancarabeasiswa
10. Urus passport dan Visa
11. Hubungi mahasiswa Indonesiayang sedang study di universitas tujuan
12. Siapkan diri untuk sekolah,perjuangan yang sesungguhnya
Dari semuaproses itu, banyak yang mundur perlahan. .berputar arah dan menyerah dengankeadaan. Tapi tak sedikit yang akhirnya tetap semangat dan mencoba menemukanjalan, meski demikian semangat bukan satu-satunya jaminan. Dititik tertentu Allahlah yang menentukan masa depan. .
Media WahyudiAskar
Learning Common,
2.06 AM,Manchester