Baca juga yang ini

Alhamdulillah...satu tahap perjuangan telah dilalui...

Rasulullah bersabda :"Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka ia berjuang fi sabilillah hingga ia kembali.(HR.Muslim) Jum'at...

Tuesday, September 29, 2015

Dan seandainya......


Dan seandainya pohon-pohon dibumi menjadi pena dan lautan menjadi tinta, ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi setelah keringnya, niscaya tidak akan habis-habisnya dituliskan kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Q.S. Luqman 31: ayat 27)

Ruang sekretaris, 30 September 2015
assalamulaikum wr.wb.
Sekarang saya sedañg berada di ruang sekretaris Universitas Peradaban di Bumiayu. Hari ini giliran piket 'jaga' ruangan sekretaris, sementara mbak sekretarisnya beristirahat dari pukul 12.00-13.00 wib. Ruang sekretaris memang tidak boleh kosong walau jam istirahat. Harus selalu ada yang stanbay...harus ada yang bertugas untuk menerima dan mengangkat bilamana ada telpon  masuk.

Dua telpon sekretaris dari tadi diam tak bergeming eh...berdering. Seolah tahu yang nunggu ruang sekretaris bukan yang asli....he he..tapi ga papalah...memang ini yang saya harapkan. Sebab bilamana ada telpon, sayapun paling hanya bisa menjawab:
Selamat siang....dengan saya...( sambil menyebutkan nama diri...) Ada yang bisa saya bantu? Atau.....
Apakah ada pesan untuk....(sambil menyebutkan nama orang yang dimaksud sipenelpon).  Sebagai stunt man atau peran pengganti di ruang sekretaris harus tetap bersantun ria dalam menerima dan menjawab telpon yang masuk.
Sungguh menjadi pengalaman berharga dalam hidup. Sungguhpun saya tidak pernah bercita-cita menjadi sekretaris. Tapi Allah Maha pemurah....saya diberi kesempatan untuk sedikit merasakan pekerjaan srktetaris....hehe...walau hanya numpang duduk sebentar, namun Alhamdulillah.....

Bicara soal cita-cita....
Saya ingin menjadi teller di bank....Alhamdulillah juga, 5 tahun ini saya berkesempatan mengisi waktu saya dengan bekerja di bagian teller walau bukan di bank...he he. Pekerjaan ini banyak  suka juga duka...
Sukanya karena bisa  bertemu muka langsung dengan nasabah dalam hal ini mahasiswa. 
Mereka saya anggap seperti anak-anak saya sendiri. Saya perlakukan mereka seperti saya memperlakuan anak-anak saya.  Saya sapa, saya senyum, bahkn tidak  jarang mereka datang membawa keluh dan  kesah. Tentang keuangan keluarga, hubungan dengan dozen, teman ataupun teman dekatnya. Satu mahasiswa datang satu kisah kudapat. Sepuluh mahasiswa merapat, 10 kisah kudapat...Dan seterusnya. Setiap saat ada saja mahasiswa yang datang. Mereka berharap solusi dipermasalahan yg sedang  mereka hadapi.
Saya senang bila saya bisa membantu mereka. Saya bahagia bila solusi yang saya berikan memberi ruang jalan keluar dipermsalahan yang sedang mreka hadapi. Selain kebahagiaan yang saya dapat, saya juga dapat ambil hikmah dan  pelajaran penting kehidupan.  Hmmmm...betapa berwarna-warninya masalah yang ada didunia mahasiswa.

Sekilas kehidupan mahasiswa, yang saya alami dulu  ataupun yang saya ketahui selama ini, menjadi mahasiswa sepertinya fine2 aja.. Namun realitanya sungguh beragam . Banyak dari mereka yang kurang siap memasuki dunia kampus. Menjadi mahasiswa berarti bebas memakai baju  dan aksesorisnya,  bebas masuk kuliah, bebas nitip absen, bebas  mewarnai dan memanjangkan rambut(cowok) dan lain2 dan sebagainya.
Padahal yang sebenarny adalah menjadi mhsiswa tetap ada aturan dan etika yang harus diindahkan. Ke kampus untuk kuliah harus berpakaian  rapi dan sopan, rajin mengikuti jam2 kuliah, rajin mengumpulkan tugas, tidak diperkenankan menitip tandatangan atau absen dan aturàn lainnya.
Itulah beberapa aturan berkaitan dengan tata krama seorang mahasiswa. Utamanya di lembaga pendidikan dimana saya bekerja.
Tak terasa satu jam sudah saya berada di ruangan sekretaris.  Saatnya lamunan dihentikan. Saatnya sang sekretaris asli bertugas. Dan saya kembali ke posisi   asal saya...he he.
Wassalam. Sampai berjumpa dilamunan saya berikutnya.