Baca juga yang ini

Alhamdulillah...satu tahap perjuangan telah dilalui...

Rasulullah bersabda :"Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka ia berjuang fi sabilillah hingga ia kembali.(HR.Muslim) Jum'at...

Monday, November 30, 2015

Sebutir Intan dari Bumiayu......

Namanya Intan Nurchabsari. Panggil saja Intan...Dia salah satu ponakan saya. Namun yang pasti, dia adalah anak dari kedua orang tuanya pasangan M. Helmi dan Choriroh, warga Talok Timur Desa Dukuhturi Kec.Bumiayu. Kini ia duduk di bangku sekolah lanjutan tingkat atas kelas IX SMA Islam Taallumul Huda Bumiayu. Postur tubuhnya tinggi semampai. Dan Allah memberi rupa cantik nan ayu. insyaallah, cantik juga hatinya...Aamiin.

Intan menekuni karate sejak sekolah dasar. Bakat lainnya adalah catwalk. Terbukti ia juga berhasil memenangkan di beberapa ajang lomba peragaan busana. Dan beberapa Kali menjadi juaranya. Salah satunya menyabet gelar juara 1 lomba peragaan busana batik. Memang sih masih tingkat kecamatan Bumiayu.

Dan akhirnya...di http://olahraga.metrotvnews.com/read/2015/11/29/455567/indonesia-juara-umum-karate-gojukai-asia-pasifik ajang kejuaraan Asia Pacifik yang berlangsung di gedung Popki Cibubur Jakarta tgl 27-29 nopember tahun 2015 ini, mampu menunjukkan prestasinya.

Perjuangannya telah membawa hasil. Setelah berjuang Dari nol...bermula dari tingkat antar club..popda...karasidenan, kabupaten, propinsi...ia menyumbangkab medali Perak untuk Indonesia di kejuaraan karate Asia pasifik. Ini tak terlepas dari peran ayahnya. Sang ayah (Mochamad Helmi) bertekad ingin menjadikan putri bungsunya untuk berprestasi di bidang olah raga. Dalam hal ini karate. Kenapa karate? Entahlah... yang pasti kesukaan terhadap olah raga ini, sudah tertanam lama. Lama sekali. Selalu berkibar di angan dan harapannya bisa terwujud menjadi atlet nasional bahkan internasional. Kini, meski ia tak bisa memeluk mimpinya menjadi  olahragawan, namun ia pantas berbangga. Atas jerih payah dan usahanya, mampu menghantarkan putri tercintanya untuk berlomba di kancah dunia. Dan medali perak mampu disumbangkan untuk Indonesia.
Intan (memegang bendera Indonesia).



Menjadi kebanggaan tersendiri menjadi wakil dari Indonesia di kejuaraan karate Do Go Jukai Se-Asia Pacifik tahun 2015 di Jakarta
Hidup Indonesia...Hidup ponakanku Intan....terus berjuang ya...

Sesuai dengan namanya...intan. Jika semakin digosok semakin dibina dengan baik tentu akan semakin cemerlang dan bersinar. catatan ini saya khususkan untuknya, sebagai penghargaan dan wujud rasa kagum dan bangga saya kepadanya. Tak lupa penghargaan untuk kedua orangt tuanya, saudara-saudara yang mendukungnya selama ini.

Wednesday, November 18, 2015

Balai Pengobatan Ny.Djamilah Najmudin


Sebelum saya menulis lebih lanjut, saya ingin anda baca  www.djamilah-najmudin.com
hehe...bukan promosi dan sejenisnya . Saya hanya sedang menghargai dan mengapresiasi beliau. Ibu Djjamilah Najmudin.
 
Lalu apa hubungannya dengan tulisan saya selanjutnya? Eh, emang saya mau menulis apa ya...hehe. Tapi dari judulnya pasti anda tahu...ini tentang "persahabatan". Apa sih makna sahabat...Banyak pendapat yang telah mengartikan makna sahabat. Seribu kepala seribu arti tentang sahabat. Setiap orang memiliki sahabat atau berharap memiliki seorang sahabat.  Sahabat sejati pastinya. Sahabat yang akan selalu ada, dalam suka dan duka. Selalu membuka hatinya saat orang lain menutup hatinya. Siap memeluk saat yang lain menolak.

Ya..menulis tentang persahabatan, memang tak  akan pernah ada habisnya.Selalu ada cerita indah.
Dan kali ini, saya ingin mengabadikan kisah persahabatan ibu saya tercinta dengan sahabat sejatinya, Ibu Jamilah Najmudin.

**********
Sudah hampir setahun ibu sakit. Penyakit yang diderita ibu tidak tanggung2. Bermula tekanan darah yang tinggi, menyebabkan ibu harus kehilangan penglihatan mata sebelah kanannya. Hipertensi yang diderita ibu juga mengakibatkan lemahnya kerja jantung. Kerja jantung yang melemah mengakibatkan ibu mudah lelah. Aktifitas fisik sedikit saja, nafas ibu tersengal-sengal. Bolak balik sudah...ibu harus rawat inap di rumah sakit. 

Dari rawat inap berlanjut rawat jalan. Aktifitas ibu harus bener-bener TERBATAS. Pola makan harus dijaga. Dari hari ke hari kondisi ibu naik turun, Kadang terlihat bugar namun keesokan harinya langsung ngedrop.

Namun, Alhamdulillah.... SEKARANG ini kondisi ibu berangsur membaik setelah berobat jalan di Balai Pengobatan Hj.Djamilah Najmudin yang beralamat di Jl.Babakan Ciparay 28 BANDUNG rt.01/08


Lebih segar dan ceria
awal pengobatan di Balai Pengobatan Ny. Djamilah Najmudin

Monday, November 16, 2015

1 % kerja keras 99 % Keyakinan...?

Tulisan berikut saya ambil dari blognya mas Dony..Sang sumber Inspirator saya.  Hehe...maksudnya saya banyak terinspirasi dengan tulisan-tulisannya. Dan tulisan ini juga saya khususkan untuk putri sulung tercinta. Semoga dapat diambil hikmah dan manfaatnya. 

Berikut tulisan mas Dony Firmansyah yang saya copas pas...sesuai aslinya, Tampa saya ubah walau satu hurufpun.

**************------
Jika ada orang bijak yang menyebut bahwa terwujudnya impian itu karena 1% keyakinan dan 99% kerja keras, maka saya sebaliknya. Bagi saya impian akan benar-benar tercapai bila kita melakukan 1% kerja keras 99% keyakinan. Lho kok bisa? Iya, keyakinan akan impian-lah yang utama. Yakin bahwa impian kita besar. Yakin kalau impian kita bisa terwujud. Dan yakin jika impian kita bermanfaat untuk sesama. Keyakinan inilah pemberi dorongan energi yang luar biasa untuk kerja keras. Orang yang 1% yakin akan impiannya berbeda dengan orang yang 99% yakin. Sehingga cukup 1% kerja keras saja, maka impian bisa terwujud.
Terkabulnya impin kita tak lain karena ada campur tangan pihak lain yang luar biasa. Pihak lain tersebut-lah yang menentukan impian kita terwujud atau tidak. Pihak lain itulah yang menguasai kehidupan manusia. Pihak lain itulah yang harus kita dekati. Dan kita tak akan mampu mendekati Pihak lain itu tanpa keyakinan. Pihak lain itulah Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Swt.
Bagaimana saya menyimpulkan bahwa impian itu akan terwujud dengan 1% kerja keras 99% keyakinan? Ini semua dari pengalaman yang sudah saya lalui.
Tahukah Anda, basic ilmu yang saya pelajari adalah Biologi. Saya mendalami mikrobiologi. Tidak ada yang menyangka bahwa saya bisa berbagi ilmu ke puluhan perusahaan dan BUMN terbaik di Indonesia bukan tentang Biologi, namun tentang slide presentasi. Orang mengenal saya sebagai Pakar Slide, bukan sebagai orang yang menekuni sains hingga jenjang S2. Sepertinya antara Biologi dan slide presentasi tidak berhubungan. Namun ketika ditarik ke belakang, selama lebih dari 7 tahun saya bergulat dengan dunia riset dan praktikum, serta banyak berurusan dengan slide presentasi. Inilah yang membuat saya matang dalam berkarir. Pengalaman mendalami slide tak bisa dibohongi. Benar kata orang, Anda bisa mencari apapun di search engine dunia maya, seperti Google, hanya ada 2 hal yang tidak ada disana, yaitu pengalaman dan keahlian. Dua hal ini harus Anda pelajari, jalani dan lalui setiap tantangannya.
Tuhan-lah yang membimbing saya ke jalan slide presentasi, bukan ke dunia Biologi. Padahal saya belajar IPA dan Biologi bisa dibilang sejak Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi. Ternyata, saya malah berkarir di dunia presentasi. Karena itulah saya yakin bahwa impian itu 1% kerja keras dan 99% keyakinan.
Tahukah Anda, saya dan istri saya memiliki disiplin ilmu yang berbeda. Dirinya sangat excited ketika belajar Bahasa Jepang, sedangkan saya mendalami slide presentasi. Kelihatannya antara bahasa Jepang dan slide tidak berhubungan, namun ternyata kami berdua saling support untuk mendukung impian masing-masing. Karena kegemarannya yang sangat tinggi tentang bahasa Jepang, akhirnya istri mendapat beasiswa ke Jepang, saya pun bisa bertemu dengan guru presentasi saya Mr. Garr Reynolds di Ikoma, Nara, Jepang. Saya lebih mendalami dunia presentasi selama setahun di negeri sakura, dan menghasilkan 2 buku seri Amazing Slide, yaitu Amazing Slide Presentation dan Amazing Slide MiniMAX.

Tahukah Anda, saya pernah ketinggalan pesawat di Jepang sewaktu akan pergi ke Indonesia untuk mengisi training di Kementerian Kesehatan RI, saya pun sempat diwawancarai Interpol di Bandara Haneda, saya sempat merasa putus asa, karena sepertinya tidak mungkin mendapat tiket pesawat dalam waktu singkat ke Indonesia. Namun dengan doa dan usaha, akhirnya saya bisa mengisi training di Indonesia dengan lancar, bahkan Kementerian Kesehatan mengundang saya untuk kedua kali-nya.
Tahukah Anda, Oktober lalu saya harus mengisi training di Bandung. Saya berangkat subuh, acara training dimulai jam 9 pagi. Saya optimis bisa datang tepat waktu. Namun apa yang terjadi, penerbangan di-delay lebih dari 7 jam karena kabut asap. Padahal sebagian besar peserta dari staf Sekretaris Kabinet. Training harus tetap jalan. Akhirnya saya meminta bantuan pada associate Bandung untuk mengisi forum sementara. Saya akhirnya bisa datang jam 3 sore. Sebagai permohonan maaf, saya mengundang peserta untuk makan malam bersama sekaligus sharing session di malam hari. Alhamdulillah, para peserta excited hingga jam 21.30 malam dan mengatakan bahwa ini workshop presentasi terbaik yang pernah mereka ikuti.
Banyak lagi hal yang saya lalui yang membuktikan bahwa impian bisa terwujud dengan 1% kerja keras 99% keyakinan. Yakin bahwa Tuhan akan melancarkan. Yakin bahwa Dia-lah yang menunjukkan jalan. Yakin bahwa sebaik-baiknya kita merencanakan, Dia-lah yang Maha Berkehendak.
Maka untuk mewujudkan impian, kerja keras itu penting, namun yang lebih penting lagi adalah terus mendekatkan diri pada Sang Pemilik Impian, Allah Awt sehingga Dia selalu bersama kita dan terus menerus mewujudkan impian kita satu per satu.

Salam Amazing.
ni sumber aslinya.. http://dhonyfirmansyah.com/1-kerja-keras-99-keyakinan/

**************--------

Makasih mas Dony...Terus Berkarya Terus Menginspirasi...!!!