Baca juga yang ini

Alhamdulillah...satu tahap perjuangan telah dilalui...

Rasulullah bersabda :"Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka ia berjuang fi sabilillah hingga ia kembali.(HR.Muslim) Jum'at...

Monday, April 11, 2016

3 Menit 78 detik saja...

“Orang yang sukses adalah orang yang menggunakan waktu dengan optimal, dan ia melakukan sesuatu yang diminati oleh orang yang gagal. Orang yang malang, yaitu orang yang hari-harinya diisi dengan kekecewaan dan selalu memulai sesuatu  dengan kekecewaan pada keesokan harinya.(Aa Gym)



"Innaa lillahi wa inna ilaihi ro jiuun..." 3x. (Sesungguhnya kami milik Allah dan akan kembali kepadaNYA)


Begitulah pengumuman yang 'hampir setiap hari berkumandang dari pengeras suara musholla ataupun masjid. Kadang terdengar dengan jelas pertanda sumber suara  dekat rumah atau hanya terdengar sayup di telinga, pertanda sumber suara jauh. Yang pasti itu adalah berita lelayu, berita duka dari salah seorang warga. 

Mungkin hal biasa pengumuman tersebut bagi sebagian orang, namun bagi saya menimbulkan kesadaran di hati, bahwa pada saatnya, mungkin nama diri yang diumumkan. Hari ini, esok, lusa atau esok esok lusa? Ya, umur manusia memang rahasia Allah. Kita semua hanya sedang menanti giliran kapan dipanggil olehNYA. Bila malaikat Izroil manyambangi, kita tidak kuasa untuk menolak bahan sekedar menundanya.

Semua orang pasti mati, suka atau tidak.  Mau tidak mau. Tidak kenal waktu, tempat dan usia. Tidak pula kenal komproni. Orang muda selayaknya ingat mati, terlebih orang tua. Lebih harus ingat kematian. 

Seperti cerita ibu siang tadi, saat saya 'rehat kantor di rumah ibu. Bahwa hampir setiap malam, ayah dan ibu kerap bertangis-tangisan. Saling bermaaf-maafan. Mengingat bila datang kematian menjemput terlebih dulu salah seorang dari mereka. Ayah atau  ibu? Ibu atau ayah? Atau mungkin juga kami anak-anaknya yang terlebih dahulu dipanggil olehNYA. Namun siapapun yang terlebih dahulu, berharap akhir kematian yang baik (khusnul khotimah). Aamiin Ya Allah. Sepatutnya  kita tetap bersyukur dengan sisa umur yang Allah berikan. Allah memberi kesempatan kepada kita untuk membersihkan diri dari segala khilaf dan dosa. 

Maut datang menjemput tak pernah bersahut. Malaikat datang menuntut untuk merenggut, Manusia tak kuasa untuk berkata-kata, Allah Maha Kuasa atas surga dan Neraka. Terimalah bagianmu sesuai amal ibadahmu



Demi Masa.
Pernahkah membayangkan, sebenarnya seberapa lamakah kita(umat akhir zaman) ini menikmati kehidupan di dunia yang fana? "sesungguhnya sehari di sisi Rabb adalah seperti 1000 tahun menurut perhitunganmu(QS.Al-Hajj:47)

Dalam ayat di atas dikatakan bahwasanya 1 hari menurut Allah adalah 1000 tahun menurut kita. Berapa lama kita hidup, berapa umur kita sebenarnya. kita hitung bersama:

a. Usia rata-rata manusia =63 tahun x 365 hari/tahun x 24 jam/hari=551.880 jam.
b. 1 hari menurut Allah = 1000 tahun menurut manusia.
c. 1.000 tahun = 1000 tahun x 365 hari/tahun x 24 jam/hari = 8.700.000 jam
d. Jadi umur rata-rata manusia di sisi Allah = 551.880 jam / 8.700.000 jam = 0,0630 jam.
Bila di konversi ke menit, menjadi 3 menit 78 detik. 

Ternyata usia manusia yang rata-rata 63 tahun, dan kebanyakan dari kita terlena dikarenakan merasa itu adalah waktu yang lama, namun disisi Allah itu adalah waktu yang sangat amat sebentar. Hanya 3 menit 78 detik saja. Kita pasti sering mendengar perumpamaan hidup manusia di dunia ibarat  numpang minum.

"Wal Ashr, demi masa. Allah bersumpah dengan waktu.  Di balik perhatian Allah terhadap waktu terdapat pesan penting agar kita manusia memperhatikan dan mempergunakan waktu sebagaimana mestinya.

Allah berfirman; "Tidak diciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah". 


Bahwa kehidupan dunia yang manusia kira panjang sesungguhnya sangat singkat. Apalagi dibandingkan dengan adzab berkepanjangan, akibat di dunia lalai akhirat dan tidak menggunakan waktu dan kehidupannya sesuai hakikatnya. Hakikat penciptaan manusia yaitu hanya untuk beribadah.

2 comments:

  1. kok sama ya Mba, saya dan keluarga juga termasuk warga di sini. kalo sudah ada terdengar suara pengumuman di masjid, udah degdegan saja.....berita duka seringnya diumumkan

    ReplyDelete
  2. kematian yang pasti datangnya, menjadi nasihat nyata untuk kita ya mba...semoga menambah iman kita, semakin dekat kita kepadaNYA

    ReplyDelete

tiada arti catatan saya, tanpa jejak komentar anda...
Salam Cinta